Abuya Uci Turtusi : Maulana Hasanudin Munajat di Gunung Karang Sebelum Taklukan Penguasa Banten

 

Jejak pertapaan Maulana Hasanudin saat bermunajat kepada Allah SWT, ternyata di Gunung Karang. Abuya Uci Turtusi menjelaskan ciri-ciri batu yang dijadikan alas bertapanya putra Sunan Gunung Jati ini. Maulana Hasanudin, melakukan pertapaan sebelum menaklukan penguasa Banten kala itu. Di tempat itu, sebelumnya juga dijadikan  tempat bertapa Brata Guru Sampang, yang ditaklukan Ayahanda Hasanudin, Syekh Syarif Hidayatullah.

Pandeglang,BantenTribun.id- Lokasi pertapaan Maulana Hasanudin- yang kemudian menjadi Sultan Banten-dilakukan di sebuah tempat di Gunung Karang.

Maulana Hasanudin melakukan “tapa” untuk bermunajat kepada Gusti Allah, sebelum menaklukan wilayah Banten yang kala itu dipimpin 4 Raja Hindu, yakni Siwa, Darga, Brahma dan Ganesa.

Sebelum Hasanudin mendapat perintah dari ayahandanya, Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, tempat pertapaan di Gunung Karang itu terdapat  pertapa yang dikenal sebagai Brata Guru Sampang. Seorang pertapa beragama Hindu, yang kemudian takluk kepada Sunan Gunung Jati dan memeluk Islam, setelah bertarung selama 7 hari.

Baca juga : Batu Masjid Puncak Manik, Melacak Jejak Pertapaan di Gunung Karang yang Masih Misteri

Batu yang dijadikan alas bertapanya Maulana Hasanudin, seluas 2 meter persegi, dengan ciri-ciri memiliki warna semu agak kemerah-merahan. Batu itu kemudian dikenal dengan nama “Batu Gigilang atau Batu Harerang”.

Batu tersebut kemudian dibawa  dan disimpan ditempat yang kemudian dikenal dengan “Paseban Banten”.

Sejarah bertapanya Maulana Hasanudin di Gunung Karang, dijelaskan oleh Abuya Uci Turtusi, dalam video YouTube dan beredar sejak 2017. Isi ceramahnya mengupas sejarah Banten dan GunungKarang. Video itu sudah ditonton lebih dari 311 ribu kali.

Dalam video tersebut, Abuya Uci Turtusi diketahui menyampaikan ceramahnya di Kampung Pasir Angin Kelurahan Pager Batu, Pandeglang.

“ Ya, sekitar 3 tahun lalu Abuya Uci pernah ceramah di sini dan mengupas tentang Sejarah Banten dan Gunung Karang,” kata Edi Sarwidi, Ketua Pemuda Kampung Campuraksanta, kepada BantenTribun, Rabu (17/6/20).

Abuya Uci merupakan pengasuh dan sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Al Istiqlaliyah, di Kampung Cilongok, Pasar Kemis, Tangerang Banten. Ia adalah penerus ayahnya Alm KH Dimyathi Al-Bantani.*(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.