Beternak Sapi Potong, Perhatikan hal berikut ini

599
cara beternak sapi potong yang menguntungkan
kimballstock

Beternak Sapi Potong  Menguntungkan, Perhatikan hal berikut ini, Usaha di bidang pertanian seringkali dianggap sebelah mata oleh sebagian kalangan. Resiko tinggi akibat cuaca, hama penyakit, produk yang cepat busuk dan rusak, harga yang tidak stabil, daya tawar yang rendah menjadi faktor penghalang bagi pengusaha untuk berinvestasi di sektor ini.

Jika mau jeli, sebenarnya banyak jenis usaha pertanian baik on maupun off farm yang dapat memberikan nilai tambah tinggi bagi investor atau pengusaha yang mau terjun di dunia rumpun hijau ini. Sapi potong misalnya, komoditas ini akan memberikan keuntungan yang lumayan jika dibudidayakan dengan benar.

Bayangkan, dari bakalan sapi yang umumnya seharga 7 sampai 12 juta, dalam waktu 6-12 bulan bisa diperoleh sapi hasil penggemukan dengan harga jual sekitar 25 hingga 30 juta rupiah.

Jangan lupa, selain memberi keuntungan dari penambahan daging, kita juga bisa menambah penghasilan dari kulit, kotoran sapi dan bakalan jika sapi yang dipelihara adalah sapi betina.

Mengenal Jenis Sapi.

Identifikasi terhadap jenis sapi menjadi penting. Mengingat jenis Sapi Potong memiliki karakter yang berbeda. Sapi di indonesia secara garis besar terbagi dua, ada jenis sapi lokal dan impor.

Beberapa jenis sapi yang ada di Indonesia diantaranya:

  • Brahman, jenis ini memiliki ciri berpunuk besar, bertanduk, memiliki telinga besar dan bergelambir bobot dewasa rata-rata 800 kg dengan karkas 45-50%.
  • Simental, sapi ini memiliki ciri rambut berwarna coklat muda, bagian wajah, tubuh dan lutut hingga ujung ekor berwarna putih. Bobot tubuh dewasa sekitar 800 – 1200 kg
  • Peranakan Ongole (PO, cirinya memiliki rambut berwarna putih atau abu-abu, berpunuk kecil dan tahan terhadap panas, bobot tubuh dewasa sekitar 300-600 kg
  • Limousin, sapi ini memiliki tubuh besar, panjang, kompak dan padat. beratnya bisa mencapai 800-1200 kg.
  • Bali, sapi lokal ini memiliki daging persentase karkas tertinggi sekitar 56,9-60 % dengan bobot dewasa sekitar 400-600 kg.
  • Madura, jenis ini memiliki ciri berwarna merah bata kekuningan, bagian perut dan paha berwarna putih. berat tubuh dewasa antara 250-300 kg

Kondisi Kandang

Kandang sapi sebaiknya jauh dari pemukiman, alih-alih menguntungkan – usaha yang kita rintis bisa saja gagal sejak awal kerena diprotes masyarakat.

Ukuran kandang sebaiknya dengan jenis sapi yang ingin dipelihara dan jumlah sapi yang akan digemukan. Lantai kandang juga dijaga agar tetap bersih untuk mencegah timbulnya penyakit pada sapi.

Jenis kandang bisa dibuat per individu sapi atau komunal. Selain itu suhu dan kelembaban juga harus menjadi perhatian. Suhu ideal kandang sapi sekitar 25-40 derajat dengan kelembabab 75%.

Komposisi Pakan

Pakan merupakan faktor terpenting dalam budidaya sapi potong yang intensif. kita juga harus pintar-pintar mengatur  komposisi pakan sapi. biaya pakan merupakan faktor produksi dengan cost tertinggi dalam budidaya sapi. sektiar 70 % biaya habis oleh pakan. Oleh karena itu, pengaturan komposisi pakan menjadi sangat penting.

Berikut beberapa jenis pakan yang dapat diformulasikan menjadi pakan ternak:

  • Dedak padi, kandungan protein sekitar 10% dengan total protein 6%
  • Bungkil kelapa, kandunga protein 22 % dengan total protein1,1%
  • Bungkil sawit kandungan protein 24%, total protein 4.8%
  • Dedak jagung
  • Mineral (DCP)
  • Garam

Kecukupan protein menjadi penting, mengingat usaha sapi potong fokus pada peningkatan bobot daging. Selain itu,  pakan tambahan sebagai sumber energi seperti rumput gajah, benggala dan setaria juga perlu diberikan. Sementara Leguminose seperti turi, lablab, gamal dan kaliandra akan berguna untuk menambah protein pada ternak sapi potong.

Kesehatan Hewan

Hewan yang sehat tentu akan berpengaruh pada produksi daging. Oleh karena itu, untuk menjaga agar ternak tetap sehat, tiga hal penting ini perlu diperhatkan. Inang, pembawa penyakit dan lingkungan adalah fakor penting yang saling berkaitan untuk kesehatan hewan.

Beberapa jenis penyakit baik yang disebabkan virus, bakteri atau jamur sering terjadi di Indonesia. Upaya preventif seperti menjaga kebersihan  kandang, vaksinasi dan pemberian suplemen perlu dilakukan agar sapi potong yang diusahakan tetap terjaga kesehatannya.

Jangan salah, beberapa jenis penyakit, terutama yang menular bisa menyebabkan kerugian besar bagi peternak atau pengusaha ternak sapi potong.

*(sumber rujukan: Buku Teknologi Budidaya Sapi Potong, Badan Pengkajian Teknologi Pertanian-Banten)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here