Unboss dan Potret Pemimpin di Jaman Now

 

Sang Unboss lebih merupakan pelayan dari pada tuan. Seorang pemimpin bukan bos. Seorang perancang bukan produser.”

Pandeglang, BantenTribun.id- Apa yang ada dibenak anda tentang sosok seorang Bos atau pemimpin sebuah organisasi? Seorang dengan setelan Jas, dengan penampilan serba cling? Atau sosok yang selalu ditemani asisten pribadi yang setia menenteng tas, dan suka tunjuk sana sini? Atau mereka yang tak mau tahu apa yang dilakukan anak buahnya yang penting apa yang dipintanya segera dipenuhi?

Model-model pimpinan seperti itu tentu masih ada hingga sekarang, mungkin juga menjadi bagian dari yang anda bayangkan bila anda kelak memiliki kesempatan yang sama.

Sayangnya, sudah banyak terbukti bila tipe-tipe bos semacam itu ‘gagal’ membangun perusahaan atau instansi yang dipimpinnya menjadi sebuah organisasi yang fenomenal dan kerap ditinggalkan karyawan-karyawan yang cerdas dan potensial.

Berawal dari keresahan dan berbagai pengalaman empirik yang menyertainya. Lars Kolind dan Jacob Botter berhasil merangkai sebuah Buku dengan Judul UNBOSS.

Kolind dan Botter, berharap Unboss tidak sekedar sebuah pemikiran, wacana yang dibaca lalu disimpan dirak-rak buku hingga usang.

Kolind, Botter dan beberapa kontributornya berharap buku yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia itu menjadi sebuah gerakan yang menginspirasi pemimpin dan calon pemimpin masa depan untuk meng-unboss perusahaan, kantor atau organisasi yang mereka pimpin menjadi organisasi yang memiliki manfaat dan pengaruh lebih luas.

 Unboss, Fokus Pada Visi baru Laba

Sang Unboss lebih merupakan pelayan dari pada tuan. Seorang pemimpin bukan bos. Seorang perancang bukan produser.” Quote inspiratif itu menjadi mukadimah sebelum anda memasuki tulisan-tulisan menarik dalam buku dengan tebal halam sebanyak 396 halaman itu.

Sebagai sebuah gerakan, buku yang dicetak pertama kali pada Juni 2017 itu ingin merubah paradigma bos-bos jaman old menjadi pemimpin jaman now yang unboss. Seorang pemimpin yang memiliki  visi dan tanggungjawab moral ketimbang berburu laba.

Mereka yang memiliki pola pikir Unboss percaya visi yang memiliki manfaat luas akan menghasilkan laba yang nirbatas.

Steve Jobs dengan Aple menjadi bukti, bagaimana ia merubah kebiasaan masyarakat dunia dengan produk canggih yang ada dalam genggaman.

Jobs menyatakan bila berdirinya Apple bukalah untuk mendapatkan uang, tapi mendesain dan membangun lalu memberikan barang-barang bagus ke masyarakat. Dengan begitu banyak orang yang akan menyukai produk kami dan uang akan hadir sebagai ganti dari kesetiaan konsumen pada kami.

Karyawan Adalah Mitra

Seorang Unboss adalah sosok yang memiliki apresiasi tinggi terhadap karyawannya, mereka akan memperlakukan bawahan sebagai seorang mitra dan mendorong mereka melakukan yang terbaik untuk kemajuan perusahaan.

Perlu dipahami bila pegawai atau karyawan di jaman now membutuhkan ‘kenyamanan’ untuk melakukan berbagai inovasi. Mereka akan setia pada perusahaan bila kreativitas dan gagasan mereka dihargai. Pendek kata mereka akan bekerja dengan ‘passion’ dan tumbuh menjadi sosok yang kontributif.

Sosok bos yang suka tunjuk jari, perintah ini itu, tak mau mendengar masukan bawahan dan merasa dirinya paling tahu bisa dipastikan bakal ditinggalkan.

Perubahan

Sebagai sebuah gerakan, konsep Unboss tentu bakal merubah pakem ‘Bos’ yang sudah bercokol lama di dunia.

Bagi perusahaan kecil atau UMKM mungkin hal itu lebih mudah, tapi tidak untuk perusahaan raksasa atau tipe dan budaya organisasi pemerintahan. Mereka harus harus berjuang lebih keras bila ingin memberi manfaat lebih.

Unboss tidak hanya merubah pola sikap, tapi sistem sebuah organisasi. Ia akan merubah struktur, pola kerja, risiko hingga pola Corporate Social Responsibilty (CSR).

Google, Skype, Twitter, Wikipedia, Lego, hingga organisasi Pramuka adalah bukti bila pola Unboss melahirkan manfaat dan laba yang nirbatas.

Satu hal yang tak boleh lupa, ternyata menjadi pemimpin tak hanya butuh Intelektual, emosional dan spritual yang baik. Tapi lebih dari itu, pemimpin jaman now juga wajib memiliki kecerdasan membangun jaringan atau network.

unboss
Cover Unboss, Foto. BantenTribun

Judul                  : Unboss

Penulis               : Lars Kolind dan Jacob Botter

Penerbit             : Reneebook

Halaman            : 396

Presensi             : BantenTribun

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.