Tunggakkan Pajak Ranmor Pemkab Pandeglang Lebih dari Setengah Milyar

116

 

Pemkab Pandeglang tunggak Pajak ranmor
Rapat Validasi Pajak Ranmor BP2D Pandeglang

Pemerintah Kabupaten Pandeglang punya tunggakkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sekitar Rp700 juta untuk tahun 2016. Badan Pelayanan Pajak Daerah pun, menggelar rapat rekonsiliasi dan validasi PKB guna memastikan kelayakan kendaraan terkait tunggakan pajak tersebut.

Pandeglang, BantenTribun.id – Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kabupaten Pandeglang, saat ini tengah mendata Kendaraan Dinas (Randis) roda 2 dan roda  4 dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

Ini disebabkan karena  Pemkab Pandeglang masih menunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dari tahun 2016 sampai  sekarang.

Kepala BP2D Pandeglang  Utuy  B.Setiadi, menyebutkan pihaknya sudah diminta Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Banten, untuk membantu mendata dan memverifikasi hal tersebut, supaya  tahun 2018 tidak mempunyai tunggakan.

“Masih ada kendaraan pemda yang nunggak pajak. Kalau enggak salah sekitar Rp 700 juta-an untuk tahun 2016,” kata Utuy, usai rapat Rekonsiliasi dan Validasi Pajak Kendaraan Bermotor di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Rabu (8/11/2017).

Menurut Utuy, setelah ada verifikasi kendaraan bermotor, pihaknya akan mencatat kondisi kendaraan yang masih layak pakai atau tidak.

“Kalau masih layak kita tekankan kepada SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) agar di anggarkan, kalau tidak layak pakai maka pajaknya akan di hapuskan,” ungkapnya.

Sekertaris Daerah Kabupaten Pandeglang, Ferry Hasanudin mengaku sudah membuat surat himbauan kepada para SKPD agar segera menindak lanjuti tunggakan pajak tersebut.  Ferry  juga akan mempelajari terlebih dahulu terkait piutang pajak kendaran bermotor di lingkungan Pemkab Pandeglang.

“Sudah saya kasih surat. Kita akan pelajari dulu apakah di anggarakan atau tidak oleh mereka, kalau di anggarkan tapi tidak di bayarkan berarti pelanggaran,” tambah Ferry. (NG)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here