Tiga Pemain Ini Bikin Livepool Untung Besar

liverpool untung besar

  • Liverpool seolah kawah “candradimuka” bagi pemain potensial  untuk mengembangkan bakatnya.
  • Alhasil banyak pemain dari klub liga inggris itu keluar dari Anfield dengan harga fantastis.

Pandeglang, BantenTribun.id – Sepakbola bukan sekedar sebuah permainan olahraga yang menjadi favorit jutaan mata manusia di seluruh dunia.

Ia merupakan sebuah industri di jaman kapitalisme yang  memberi banyak keuntungan bagi sebuah klub yang dikelola secara profesional.

Tiketing, Advertorial, merchandise, hak siar hingga transger pemain  menjadi item penting bagi sebuah klub untuk meraup keuntungan.

Pemandu bakat, agen pemain dan kejelian manajer tim dalam merekrut seorang pemain menjadi faktor penentu penambah pundi-pundi keuangan klub sepakbola.

The reds menjadi contoh  konkret bagiamana sebuah klub mendapatkan pemain dengan harga murah namun selang beberapa tahun berikutnya menjelma menjadi sosok yang memiliki nilai jual tinggi.

Tiga pemain ini setidaknya menggambarkan bagaiamana the reds mendapat banyak marjin dari penjualan pemain di bursa transfer.

Luis Suarez

Sukses bersama Ajax Amsterdam, membuat the reds kepincut dengan bintang Uruguay yang satu ini.

Suarez pun akhirnya diboyong ke Anfield tahun 2011 dan bermain bersama the reds hingga tahun 2014.

Penampilan mantan pemain Groningen itu bersama the reds cukup menjanjikan, ia telah mencetak 69 gol dari 110 penampilan.

Sayang, kehebatannya sering diselingi dengan aksi kontroversial.  Dugaan rasisme terhadap Patrice Evra, menggigit bek Chelsea Branislav Ivanovic, melakukan aksi tak pantas pada fans Fulham dengan acungan jari  membuat ia dicap sebagai pemain dengan perangai buruk di Inggris.

The reds pun akhirnya melepas penyerang timnas Uruguay itu ke Barcelona dengan harga fantastis, sebesar 65 juta poundsterling. Padahal saat dibawa dari Ajax, the reds hanya mengucurkan uang 23 juta pounds.

Raheem Sterling

Raheem Shaquille Sterling merupakan sosok pemain berbakat dari tanah inggris raya. Pemain kelahiran Kingston, Jamaica itu menjadi bidika klub elit liga primer kala masih membela Queens Park Ranger (QPR).

Liverpool menjadi klub yang beruntung mendapat tanda tangan pemain 23 tahun itu pada tahun 2012.

Bersama pasukan Anfield, ia mampu mengemas 18 gol dari 95 pertandingan dan performanya meningkat pasca pindah ke Manchester City.

Pemain timnas inggris itu di boyong manchester biru dari anfield seharga 65 juta poundsterling. sebuah keuntungan besar bagi the reds, pasalnya klub itu hanya membeli dengan harga 600 ribu poundsterling dai QPR

Philipe Coutinho

Pemain ini menjadi trending pada bursa transfer musim dingin. Saga yang dimulai sejak pertengahan 2017 berakhir dengan bendera putih dari the reds.

Bintang Brazil itu akhirnya diboyong ke Camp Nou dengan harga fantastis142 juta poundsterling. Sebuah nilai yang jauh berbeda dibanding saat the reds memboyong Philipe dari Intermilan.

Pemain 25 tahun itu diboyong dari Nerazzuri seharga  8,5 juta poundsterling.

Soal Philipe, uergen Klopp harus diakui telah berhasil membuat asuhannya itu menjelma menjadi pemain elit. Padahal  pemain kelahiran Rio de Janeiro itu sempat dipinjamkan ke beberapa klub kala masih membela inter. (ajat s)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.