Telan Anggaran 14 Miliar, Proyek TPA Cigeulis Mangkrak

Proyek Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang, hingga kini mangkrak. Pelaksana proyek PT Riden Jaya Konstruksi, baru perataan tanah, pondasi tempat sampah dan pemasangan sebagian bronjong.(foto-NG-BantenTribun)
Proyek Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang, hingga kini mangkrak. Pelaksana proyek PT Riden Jaya Konstruksi, baru perataan tanah, pondasi tempat sampah dan pemasangan sebagian bronjong.(foto-NG-BantenTribun)

Proyek Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang, hingga kini mangkrak. Proyek  Kementerian PUPR senilai Rp14 milyar dari APBN TA 2017 melalui Satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) Provinsi Banten itu, ditinggalkan pelaksananya, PT Riden Jaya Konstruksi.

Pandeglang, BantenTribun.id – Proyek pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) di Kampung Lampis, Desa Tarumanagara, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang mangkrak.

Pantauan BantenTribun,  progres pekerjaan dari Kementerian PUPR yang diberikan melalui Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) Provinsi Banten itu, baru perataan tanah, pondasi tempat sampah dan pemasangan sebagian brojong.

Saepudin warga sekitar mengatakan sejak akhir Desember 2017 lalu, proyek tersebut sudah ditinggalkan oleh kontraktor, dari saat itu sampai dengan sekarang tidak terlihat adanya pekerjaan.

“Sudah tidak ada kegiatan lagi, alat beratnya juga sudah tidak ada, tapi untuk bahan bangunannya  mah masih ada,” kata Saepudin, Senin (12/3/2018).

Senada dikatakan Danar Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada Satuan Kerja PSPLP Provinsi Banten, mengaku tidak tau karena saat ini bukan dirinya yang mengurus proyek yang dikerjakan oleh PT Riden Jaya Konstruksi, dengan nilai anggaran sebesar Rp14 milyar lebih bersumber dari APBN TA 2017.

“Dulu mah iya itu dibagian saya. Karena sekarang saya sudah pindah, maka saya tidak mengurusi proyek TPA itu,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Anwari Husnira mengatakan selama masa pembangunan bukan menjadi ranah (DLH), selain itu, Pemerintah Kabupaten Pandeglang juga belum menerima laporan bahwa proyek tersebut mangkrak.

“Itu kan Pekerjaan Kementrian PUPR, bukan ranahnya kami. Itu kan belum ada laporan ke kami, tapi kami dengan Bupati Irna Narulita,  akan berkirim surat ke pusat, kenapa alasannya itu bisa mangkrak?,” ujar Amwari (NG/red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.