Tebang Pohon, Kepala Tarmidi Bocor 9 Jahitan

128
Tarmidi, salah seorang Pekerja Harian Lepas (PHL) UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, yang mengalami bocor sebesar 9 jahitan pada kepalanya saat melakukan pekerjaan penebangan pohon di pinggiran Kali Cipinang Jagal, Jakarta Timur (Foto: Jefri – BantenTribun).

Jakarta,BantenTribun.id — Gara-gara menebang pohon, Selasa (10/10) siang, Tarmidi,  seorang Pekerja Harian Lepas (PHL) Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, mengalami luka bocor di kepala sepanjang 9 jahitan.

Musibah ini terjadi di wilayah RW 10 Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. tepat di lokasi yang sama dengan musibah longsor, Senin (9/10) malam.

Selain menimpa kepalanya, pohon yang ditebang Tarmidi itu pun menyambar atap dua rumah milik warga sebelum kemudian jatuh ke Kali Cipinang Jagal.

Melihat Tarmidi terluka, warga sekitar segera melarikannya ke klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Diketahui, kepala Tarmidi terluka, dan harus mendapatkan 9 jahitan.

Ironisnya, KTP Tarmidi sempat ditahan pihak klinik sebagai jaminan, karena ternyata ia tidak memiliki uang untuk membayar biaya pengobatannya sebesar Rp 270 ribu.

Beruntunglah, setelah beberapa jam, ada salah seorang warga setempat yang merasa iba dengan kondisi Tarmidi, lalu membantu membayarkan seluruh biaya pengobatan tersebut

Tugas Perapihan

Peristiwa itu bermula saat Tarmidi dan empat kawannya sesama PHL ditugaskan UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk merapikan pohon di sepanjang Kali Cipinang Jagal.

“Iya, betul. Kita sedang ditugaskan untuk merapikan pohon di pinggiran kali,” kata Tarmidi kepadaBantenTribun, Selasa (10/10), sesaat setelah mendapatkan penanganan medis di klinik terdekat.

Pada pelaksanaannya, Tarmidi bertindak sebagai penebang, sementara empat rekannya membantu menarik dan menahan pohon agar jatuh ke kali.

Namun, entah bagaimana ihwalnya, perapihan itu seolah berubah menjadi penebangan. Pohon berdiameter sekitar 40 cm itu ditebang pada badannya, dan tersisa kira-kira 1,5 meter yang masih tertanam.

Akibatnya, ayunan pohon hasil penebangan yang lumayan besar itu tak tertahan empat rekan Tarmidi, sehingga malah berputar dan berbalik arah menyambar atap rumah warga, sekaligus menghantam kepala penebangnya sendiri, sebelum kemudian meluncur ke kali.

“Biasanya tidak pernah begini. Ini karena tarikannya aja kurang, gak manteng. Jadi, pohonnya rubuh dulu baru ketarik,” kata Tarmidi, menjelaskan.

Pohon itu, selain memakan korban di pihak penebangnya sendiri, juga menyambar atap dua rumah milik warga sekitar. Bahkan, salah seorang pemilik rumah tersebut, Hj. Fatimah, turut menjadi korban dan mengalami luka ringan di pelipis sebelah kanan.

“Iya, saya juga kena, Mas. Lukanya memang tidak terlalu parah. Tapi, waktu tadi ambil air wudhu, ternyata terasa perih juga,” kata Hj. Fatimah kepada BantenTribun.

Atas kejadian itu, Hj. Fatimah berharap ada ganti rugi sebagai bentuk pertanggungjawaban dari pihak UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

“Iya, dong. Pastilah saya minta ganti rugi. Kalo gak diganti, nanti saya masukin ke Facebook, biar sekalian rame,” kata Hj. Fatimah, seraya tertawa tapi kemudian meringis menahan perih di pelipis.

Pada saat Tarmidi belum menyelesaikan pembayarannya ke klinik, BantenTribun  sempat menghubungi Kepala Satuan Pelaksana (Satlak) UPK Badan Air Wilayah Jakarta Timur, Hasudungan Panjaitan, melalui telepon selulernya. Namun, ia mendisposisikan masalahnya kepada Pengawas PHL Kecamatan Pulo Gadung, dan terkesan tak mau ambil pusing dengan persoalan tersebut.

“Tanya saja sama pengawasnya,” kata Hasudungan Panjaitan, singkat, seraya langsung menutup sambungan teleponnya.

Diperoleh informasi, Hasudungan Panjaitan sebetulnya sudah bergerak menuju lokasi kejadian. Namun, disebutkan, Hasudungan Panjaitan memperoleh informasi bahwa di lokasi sudah ramai oleh kerumunan warga dan wartawan, maka ia pun mengurungkan niatnya dan segera berbalik arah meninggalkan lokasi. (jefri.m)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here