Evaluasi Sepak Bola Sea Games: Timnas Indonesia Butuh Striker Pembunuh

striker timnas u 22 sea games

Pandeglang, BantenTribun. id- Tim nasional u 22 Indonesia butuh seorang stiker pembunuh. Mengamati kiprah tim nasional u 22 Indonesia di Sea Games kali ini, maka ada satu hal yang paling krusial, yakni garuda muda membutuhkan sosok striker yang mampu memanfaatkan peluang sekecil apapun menjadi gol.

Perjuangan tim nasional sepakbola Indonesia di ajang Sea Games berakhir di babak semi final. Tuan rumah Malaysia mengalahkan garuda muda dengan skor tipis 1-0 lewat lesakan gol Thanabalan Nadarajah di babak kedua.

Kekalahan itu cukup menyakitkan, mengingat tim arahan Luis Milla Aspas bermain sangat rapih, disiplin dan menguasai pertandingan. Harimau Malaya terlihat frustasi meladeni permainan Indonesia. Hanya saja perubahan strategi yang diterapkan Milla di babak kedua, ditambah cideranya Septian David menjadi awal kegagalan timnas untuk meraih emas di cabang sepak bola.

Perjuangan garuda muda di ajang ini tidaklah mudah, bergabung di Grup B berasama Thailand, Vietnam, Timor Leste, Filipina dan Kamboja. Evan Dimas Cs nyaris gagal ke Semi final. Beruntung di laga akhir Thailand mampu menumbangkan vietnam tiga gol tanpa balas, sehingga timnas lolos sebagai runner-up grup B.

Jika diamati, dari setiap pertandingan. Garuda muda memiliki banyak peluang yang terbuang. Pencetak gol juga lebih banyak dari lini kedua. Sementara umpan-umpan sayap dari Febri, Yabes Roni, Osvaldo atau Sadil tidak bisa dikonversi oleh dua striker andalan Timnas.

Kelemahan di lini depan Timnas terlihat jelas ketika lawan Malaysia. Pertahanan kokoh harimau Malaya sulit ditembus oleh pemain naturalisasi Indonesia Ezra Walian. Ezra yang beberapa kali mendapat passing akurat seringkali lambat mengeksekusi bola. Sementara Marinus tidak bisa turun akibat akumulasi kartu.

Kesalahan tentu tidak bisa serta-merta dilimpahkan pada lemahnya lini depan. Level permainan Garuda muda perlu diapresiasi dengan baik. Penampilan dan kekuatan fisik cukup stabil.  Hanya saja, sepertinya timnas harus mencari lagi sosok striker killer di kotak penalti lawan. Milla juga bisa meningkatkan performa Marinus dan Ezra, agar mereka menjadi sosok striker yang bisa diandalkan dan ditakuti lawan. (ajat sudrajat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.