Situs Batu Goong di Pulosari Pandeglang

Situs Batu Goong di Pulosari Pandeglang (foto-BantenTribun)
Situs Batu Goong di Pulosari Pandeglang (foto-BantenTribun)

Situs Batu Goong intinya merupakan sebuah menhir (berdiri di tengah-tengah sabagai pusat) dikelilingi oleh batu-batu yang berbentuk gamelan separti gong dan batu pelinggih berjumlah 18 buah batu. Antara Batu Goong, Sanghyang Dengdek akan berakhir di puncak Gunung Pulosari sebagai “ kiblat” persembahan tempat roh nenek moyang.

Pandeglang,BantenTribun.id– Situs batu Goong berada  di sebuah perbukitan yang disebut Kaduguling, terletak di Kampung Cigadung, Desa Sukasari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, dengan ketinggian sekitar 250 meter dari permukaan  laut. Jarak dari Kota Serang atau Ibu Kota Pronvinsi Banten ke lokasi Batu Goong ini sekitar 72 km, dari Ibu Kota kabupaten Pandeglang sekitar 30 km, melalui jalan Mandalawangi.

Mengunjungi lokasi situs Batu Goong,  kita  tidak dapat menjangkau langsung titik lokasi jika menggunakan kendaraan roda empat alias mobil. Pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menempuh jarak sekitar 500 meter, dengan kondisi jalan berbatu dan sebagain masih berupa jalan tanah. Tapi jangan khawatir, sepanjang jalan kita bisa menikmati suasana desa dengan kebun singkong dan hamparan sawah, disertai udara yangsejuk.

Situs Batu Goong adalah sebuah punden berundak yang merekayasa bentukan alam. Pada bagian tertinggi di tempatkan Batu Goong bersama menhir. Situs Batu Goong intinya merupakan sebuah menhir (berdiri di tengah-tengah sabagai pusat) dikelilingi oleh batu-batu yang berbentuk gamelan separti gong dan batu pelinggih berjumlah 18 buah batu. Rata-rata ukuran batu di situs ini sekitar tinggi 22 cm dan ketebalan 12 cm. Formasi batu Goong yang mengelilingi menhir ini lazim disebut formasi “ temu gelang”

Situs Batu Goong(foto-BantenTribun)
Situs Batu Goong(foto-BantenTribun)

Laman Disbudpar Pandeglang, menyebutkan jika ditarik garis lurus arah barat – timur, mulai dari puncak Gunung Pulosari maka tepat antara Batu Goong, Sanghyang Dengdek akan berakhir di puncak Gunung Pulosari sebagai “ kiblat” persembahan tempat roh nenek moyang. Anggapan ini tidak berlebihan mengingat Babad Banten yang merupakan produk dari masa Islam masih menyebutkan  Gunung Pulosari adalah gunung keramat. Walupaun  dalam Babad Banten disebutkab bahwa Gunung Karang dan Gunung Aseupan disebut-sebut sebagai tempat kegiatan asal mula pendukung/masyarakat Banten,  Tetapai Gunung Pulosari dinyatakan lebih penting sitinjau dari segi kekeramatannya. Ini mungkin disebabkan karena Gunung Pulosari sejak zaman prasejarah dianggap sebagai gunung suci.

Daya Tarik

Wisata Situs Batu Goong di Pandeglang Banten merupakan sebuah situs peninggalan bersejarah yang masih terjaga hingga saat ini. Batu Goong merupakan punden berundak peninggalan umat Buddha, dimana dahulunya batu itu digunakan untuk sebagai tempat betapanya para biksu. Batu Goong memang peninggalan umat Buddha, namun tempat ini juga merupakan salah satu bukti  masuknya Islam ke daerah Banten.

“Menurut  sejarah para orangtua dulu, Batu Goong ini sudah ada sejak jaman Kerajaan Pajajaran. Pengunjung  yang datang kesini biasanya ramai pada bulan maulud ini Pak, “kata Mahmud, pemandu BantenTribun  saat menuju lokasi, Sabtu (9/12).

Terlihat dari bentuk batu di sekitar batu yang menyerupai gong seperti kursi-kursi kecil . Pada masanya Kaduguling adalah sebuah desa kecil yang penduduknya mayoritas beragama Budha  dan Batu Goong ini dijadikan sebagai pusat peribadatan dan penyembahan. Tepat dibawah Kaduguling ada kolam mata air yang mengalir deras, yang dinamakan kolam suci, yang sekarang berganti nama menjadi Citaman , yang konon untuk mereka mensucikan diri *(kar).

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.