Siti Nurmala, Juara FLS2N Dari SMKN 2 Pandeglang Yang Emoh Terjun Ke Dunia Artis

1095
Siti Nurmala, Siswa SMKN 2 Pandeglang, peraih juara 1 Tk Nasional ajang FLS2N Katagori Vokal Solo, tk SMK(foto-BantenTribun)

Lewat lagu pilihan “Simfoni Yang Indah” dari Once,  dan lagu daerah “Laut Kidul”, Siti Nurmala, dinobatkan sebagai juara 1 Nasional Katagori  Vokal Solo, menyingkirkan para pesaing beratnya dari daerah berendemik seni seperti Bali, Jakarta dan Yogya .Video klip penampilan Mala – ditampilkan juga portal BantenTribun – sudah diproduksi dan  mendapat respon pujian. Viewers-nya  terus merangkak naik.

Pandeglang,BantenTribun.id –  Siapa sangka, gadis bungsu  dari 6 bersaudara ini-yang terlihat  sedikit pemalu- bisa menyabet predikat “Sang Juara”.  Padahal, Siti Nurmala, mengaku tumbuh dari keluarga buruh tani yang  hidup sederhana dan tidak memiliki darah seni yang mengaliri tubuhnya.

Tonton VideonyaSiti Nurmala SMKN 2 Pandeglang Juara 1 Solo Vocal FLS2N 2017

Gadis berzodiak Pisces, kelahiran  Kampung Cicadas, Kelurahan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Maret 2011 lalu ini, akhirnya berhasil menyandang  juara 1 tingkat nasional diajang Festifal dan Lomba Seni Siswa (FLS2N) Tingkat SMK katagori  Vokal Solo.

Meskipun demikian, putri bontot dari Bapak Muhtadi dan Ibu Rohanah ini, tidak berniat untuk  terjun ke dunia tarik suara atau  dunia artis yang glamour.  Cita-cita luhurnya, tidak berubah, yakni menjadi seorang guruatau pendidik.

Ajang final untuk katagori yang sarat gengsi ini, akhirnya menobatkan  Mala, panggilang akrabnya, siswi kelas 3 jurusan Pertanian, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Pandeglang, sebagai yang terbaik dan menggondol penghargaan sebagai juara. Mala,  sukses membawa pulang piala, tropy dan hadiah uang tunai sebesar Rp 7 juta.

“Alhamdulillah keberhasilan ini karena berkat dukungan semangat dan doa para guru, Kepala Sekolah, serta teman-teman. Juga atas doa Orangtua Mala,” ucapnya dengan agak terbata.

Final FLS2N yang dibuka oleh Gubernur Frans Leburaya itu,  diselenggarakan di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada  25 September 2017 kemarin.

Walaupun Siti Nurmala, berhasil menyingkirkan 32 pesaingnya yang sudah menjuarai tingkat Provinsi dari seluruh Indonesia, ia menceritakan pesaing terberatnya, terutama dari Provinsi Bali dan Kota besar lain. Peserta dari daerah kota besar sempat menurunkan kepercayaan dirinya, karena  dianggap  lebih bagus, baik dalam penguasaan panggung, teknik vokal, dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

“Yang menjadi pesaing berat  kita itu dari Bali, sebab mereka sepertinya sering atau biasa mengikuti berbagai perlombaan,” kata Mala kepada BantenTribun, saat dijumpai disekolahnya, Kamis (12/10).

Kemampuan olah vokal Mala ini, sudah nampak sejak ia duduk di bangku kelas 1SMKN ini. Kemampuan itu terus diasah oleh guru pembimbingnya, diantaranya Ratu Nur Ulfi,  Ibu Titi dan guru lainnya.

“Kemampuan dasar olah vokal dan penguasaan tehniknya tarik suaranya,  memang sudah terlihat sejak kelas satu, pak,” kata Ratu Nur Ulfiatur Rahmah, Guru bidang study seni dan budaya, yang mengajar Siti Nurmala ketika  kelas 1.

Ratu Ulfa, juga menceritakan jika Mala sudah pernah menyabet gelar juara 1 dalam lomba “English Song” yang diselenggarakan di Pandeglang.

Kepala SMKN 2 Pandeglang,  H. Ade Firdaus mengatakan, dengan prestasi Siti Nurmala  meraih juara pertama tingkat nasional, tentu  menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah dan Kabupaten Pandeglang.

 “Ini perjuangan yang cukup berat, sebab siswi kita harus bersaing dengan daerah lain. Berkat doa dan dukungan dari semua pihak, anak didik kami  menjadi juara satu tingkat nasional. Mudah-mudahan prestasi ini bisa memicu siswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi,”  kata Ade Firdaus, kepada BantenTribun di Kantornya, Kamis (12/10).

Menurut Ade, dengan prestasi yang diraih oleh Mala, pihak sekolah memberikan beasiswa dengan menggratiskan dari segala bentuk biaya sekolah. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan motivasi bagi siswa dan siswi yang lain. Ia juga berjanji untuk mengantar Siti Nurmala agar bisa terus melanjutkan kuliah dan meraih mimpi, meski pun Mala berasal dari keluarga buruh tani dan hidup pas-pasan*(kar)

1 KOMENTAR

  1. mempunyai bakat dan kemampuan lebih tidak harus menjadi artis, karena setiap orang mempunyai cita” dan keinginan sendiri”. jangan karena mempunyai suara yang indah saat bernyanyi harus dipaksa untuk menjadi artis karena keinginan orang tua atau orang lain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here