Sidang PHK Karyawan PT Samudra Marine Indonesia, Kembali Digelar Rabu Ini Di PN Serang

673
PT SMI Bojonegara -Serang

Serang, BantenTribun.id – Sidang Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) antara penggugat  yakni karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan  pihak tergugat yaitu PT Samudera Marine Indonesia (SMI), besok kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (27/9),  mulai pukul 10.00Wib.

Sidang dengan pokok perkara PHK sepihak yang dilakukan  PT SMI terhadap  278 orang karyawan ini, mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi yang diajukan oleh pihak penggugat.

Seperti diketahui, PT SMI yang berlokasi di Jalan Bojonegara, Kampung Lumalang, Desa Bojonegara, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang ,Provinsi Banten ini, merupakan perusahaan  yang memproduksi  galangan kapal. Perusahaan ini juga tercatat sebagai perusahaan galangan kapal  terbesar  di Pulau Jawa,  dan berdiri pada tahun 2006.

PT SMI- Bojonegara Serang-Banten

Menurut Deden Supriatna,  koordinator  penggugat yang juga  mantan karyawan PT SMI yang terkena PHK ini, pihak karyawan terpaksa mengajukan gugatan karena PT SMI dinilai sengaja melakukan PHK sepihak hanya untuk  menghindari kewajiban  membayar pesangon yang harus ditanggung perusahaan terhadap karyawan sesuai amanat Undang-undang.

“Perusahaan hanya memberikan kompensasi terhadap karyawan yang terkena PHK dengan jumlah yang sangat minim dan jauh dari ketentuan perundangan ketenagakerjaan,” kata Deden kepada BantenTribun lewat sambungan telepon, Selasa (26/9) malam.

Ia juga menolak alasan  bahwa  PHK terpaksa dilakukan pihak perusahaan (PT SMI) akibat perusahaan sedang  dalam kesulitan  karena lesunya  produksi.

Deden Supriatna juga menceritakan, dari 278 karyawan yang terkena PHK, sebanyak 13 orang  karyawan yang tetap menolak menerima kompensasi yang ditawarkan perusahaan.  Namun begitu, Ia memastikan, karyawan yang sudah menerima kompensasi, juga karena adanya tekanan dan intimidasi yang dilakukan pihak perusahaan.

“ Setelah kami ajukan gugatan,  ada juga karyawan yang mengembalikan uang kompensasi  itu,” terangnya.

Dari 278 orang  karyawan PT SMI yang di –PHK, berasal dari berbagai klasifikasi jabatan, dengan masa kerja berkisar 4 sampai 10 tahun. Pihak Perusahaan, masih kata Deden, hanya memberikan kompensasi sebesar Rp 7,5 juta bagi karyawan yang memiliki masa kerja diatas 4 tahun . Sedangkan karyawan yang sudah bekerja 5 hingga 6 tahun, hanya mendapat  uang kompensasi sebesar Rp 12 juta saja.

“Besaran itu  sangat jauh dari ketentuan pesangon yang seharusnya dibayar perusahaan. Kami akan berjuang untuk mendapatkan hak kami sebagai pekerja,” tandas Deden. (kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here