Sesungging Senyum Yang Menghibur di Balik Pudarnya Warna Kampung Pelangi

pak tomo kampung pelangi
Senyum Pak Tomo, di teras rumahnya di kawasan Kampung Pelangi. Foto BantenTribun

Ada hal lebih indah dibanding warna-warni kampung pelangi, yakni sesungging senyum syarat makna dari lelaki sepuh yang senang berbagi ilmu

Semarang, BantenTribun.id- Rasa penasaran akhirnya terobati, kala tiba di Kampung Pelangi, Randusari, Semarang.

Rasa penasaran itu muncul efek dari gembar-gembor media tentang indahnya warna-warni di kampung itu. Bahkan saking hebohnya sempat diliput oleh media asing Vogue.

Sayang pesona kampung pelangi nampaknya tak seindah harapan awal, terlihat warna yang mulai pudar di berbagai sudut.

Saya pun pergi ke Gardu Pandang – Taman Kasmaran – konon dari tempat ini kita bisa melihat pemandangan indah dari tempat lebih tinggi, tentang warna-warna kota pelangi.

Sayangnya tidak, terlihat warna-warni kampung pelangi terlihat kurang utuh dari Gardu Pandang yang telah dibangun. Akhirnya saya pun memutuskan untuk masuk dan melihat tiap sudutnya.

Setidaknya ada satu hal yang sanggup menghibur hati. Tapi sekali lagi bukan soal indahnya warna-warni, ornamen atau mural yang menghias rumah-rumah.

Yang menghibur dan menarik hati adalah sosok murah senyum Utomo Harjo Soesilo, sang pelukis sketsa dari sanggar kreasi seni rupa.

Pak Tomo, begitu ia minta dipanggil. Sosok sepuh yang kerap memberikan sesungging senyuman.

Disisa umurnya, ia dengan senang hati melukis sketsa banyak orang yang datang bertandang.

Dengan sopan ia menyapa, dan mulai bicara soal kisah hidup dan usaha yang dilakoninya.

Pria yang mengaku sempat tinggal di Labuan, Pandeglang, Banten ini menunjukan berbagai karya sketsanya yang tersusun di teras rumah.

karya sketsa pak tomo
Beberapa karya sketsa pak tomo. Foto BantenTribun

“Ini sketsa gadis asal Bandung” ucap pak tomo sambil menunjukan sketsa wanita cantik berhijab

Menarik, itu kata yang spontan keluar dari bibir saya.

Sebagai orang yang tak sanggup melukis sebagus pak Tomo, saya sangat menyukai karya-karya lelaki yang senang membagi ilmunya pada banyak orang itu.

Ya, pak Tomo dengan keahliannya tak pernah berhenti membagi ilmu. Ia juga mengaku disisa usianya masih mau mengajar ekstra kurikuler di beberapa sekolah meski dibayar seadanya.

“Saya ikhlas, Allah yang mengatur Rizki. Ilmu yang bermanfaat adalah amal yang tidak terputus.” Ungkapnya.

Hikmah di Balik Wisata

Maksud hati ingin menikmati indahnya kampung pelangi, ternyata saya mendapat hal yang lebih dari itu.

Saya mendapat saudara baru, ilmu baru, dan tentu saja semangat baru tentang bagaimana berbagi yang bisa dilakukan oleh siapapun.

Pak Tomo sang pelukis sketsa, yang rela tinggal sambil merawat ibunya setia berbagi ilmu, dan senyuman manis yang khas tersungging dari bibirnya.

Waktu pun lebih lama digunakan mendengarkan ucapannya dibanding jalan-jalan di Kampung Pelangi yang warnanya kian pudar. Terimakasih Pak Tomo. (Aji)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.