Seren Taun Ciptagelar Tahun ini Dihadiri 12 Raja Nusantara

353
SerenTaun Kampung Adat Ciptagelar

Lebak,BantenTribun.id– Pada tahun ini, acara Seren Taun Kasepuhan Ciptagelar yang ke-649, diperingati tanggal 15- 17 September 2017. Puncak kegiatan Seren tahun Kasepuhan Ciptagelar tahun ini terlihat lebih  spesial. Selain dihadiri oleh Perwakilan Pemerintah yakni  Wakil bupati Lebak Banten dan Wabup Sukabumi Jawa Barat , juga dihadiri oleh Raja /Sultan dari seluruh Nusantara.

Sedikitnya 12 raja / sultan turut menghadiri acara Seren Taun kali ini. Mulai dari Raja Demak, Raja Tapanuli, Sultan NTT, NTB dan lain2. Selain itu hadir juga dari pihak Perwakilan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Sebagai wujud rasa syukur atas limpahan panen tahun ini, masyakat Ciptagelar menggelar upacara Seren Taun, yang berarti upacara penyerahan sedekah hasil panen padi selama setahun sebagai ungkapan syukur, sekaligus upaya memohon berkah kepada Tuhan YME agar hasil panen tahun depan lebih melimpah.

Kasepuhan adat Ciptagelar  merupakan kampung adat  yang berada dikesatuan adat Banten Kidul. Kasepuhan Adat Ciptagelar masih memegang kuat adat dan tradisi yang diturunkan diperkirakan  sejak 649 tahun  lalu.

Seren Taun Masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar

Secara geografis Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar  memiliki wilayah administrasi mencakup tiga wilayah. Wilayahnya meliputi, Kabupaten Lebak, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sukabumi. Kampung adat Ciptagelar dipimpin Sepuh Girang Abah Ugi Sugriwa Raka Siwi. Abah Ugi memegang tampuk kepemimpinan kasepuhan setelah ayahandanya,  Encup Sucipta  atau yang dikenal dengan  Abah Anom meninggal dunia. Dia memimpin saat masih berusia 23 tahun.

Masyarakat Kasepuhan Banten Kidul  berada di daerah agraris. Sebagian besar masyarakatnya, berprofesi bertani. Kendati ada sebagian kecil berprofesi selain petani, seperti berdagang, buruh dan pegawai. Tapi  warga yang berada dikawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak sama sekali tidak meninggalkan lahan pertanian.

Dalam kesempatan itu, Wabup Lebak H. Ade Sumardi meminta agar pihak TNGHS mengijinkan dibangunnya jalan yang layak oleh kedua Pemkab, karena satu-satunya akses untuk menuju wilayah masyarakat harus melewati lahan yang dikuasai TNGHS.*(Yud)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here