Suara Buumm.. Semen Merah Putih Itu Bikin “Ngagejed”

367
Suara Buumm.. Semen Merah Putih Itu Bikin “Ngagejed”
Pabrik Semen Merah Putih

Lebak,BantenTribun.id – Bummm…suara ledakan keras itu terdengar dari perbukitan lokasi pertambangan pabrik semen merah putih tepatnya di blok Cihandarusa, Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah,Kabupaten Lebak.  Seketika bumi di sekitar kawasan quarry tambang itu bergetar hebat. Suaranya terdengar hingga radius 10 kilometer.

Kegiatan blasting (peledakan) itu  berdampak merusak  belasan rumah warga yang jaraknya hanya beberapa kilometer saja dari lokasi.

Nya eta mun aya suara ngabeleduk ti tonggoh ti perusahaan Gama, imah di kampung Kami ngagejed. Loba imah nu reretak kuakibat ledakan eta. (Ya itu, kalau ada suara ledakan di atas (lokasi tambang-red) dari perusahaan semen, rumah di kampung kami bergetar. Banyak rumah yang retak akibat ledakan itu),” kata Norsih.

Sejak berdirinya pabrik semen milik PT. Cemindo Gemilang di Desa Darmasari, kecamatan Bayah kecamatan Bayah, kabupaten Lebak sejak 2 tahun lalu,  banyak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Tak hanya merusak lingkungan, pabrik dengan merek dagang semen merah putih itu juga merusak fasilitas umum dan permukiman warga.

Seperti yang dialami warga Desa Pamubulan dan Desa Bayah Timur, kecamatan Bayah dimana banyak rumah warga yang rusak akibat dampak dari peledakan (blasting) di lokasi pertambangan semen merah putih.

Ledakan itu, tak hanya membuat bumi bergetar, tetapi juga membuat permukiman warga yang berada tak jauh dari lokasi peledakan (pertambangan-red) ikut bergetar. Bahkan, saking hebatnya ledakan itu membuat sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.

Seperti yang dialami salah satu rumah warga milik Nosih di Kampung Cinangga, desa Bayah Timur, kecamatan Bayah. Nosih mengaku, rumah mengalami retak-retak akibat terkena dampak blasting. 

Dampak dari blasting tak hanya menimpa permukiman warga di Kampung Cinangga, tetapi juga menimpa belasan rumah di Kampung Darmasari, desa Pamubulan. Belasan rumah warga yang jaraknya hanya beberapa kilometer itu banyak yang rusak akibat terdampak kegiatan blasting. 

“Iya, Di Pamubulan juga tak sedikit rumah warga yang rusak akibat terkena dampak blasting,” ujar tokoh masyarakat desa Pamubulan Asep Hasanuddin.

Ia menceritakan, biasanya dalam satu hari ada sekitar  3 kali kegiatan peledakan di quarry (lokasi tambang). Setiap kali ada blasting, terang dia, rumah warga bergetar hebat sehingga membuat rumah warga mengalami keretakan. Kata dia, tak hanya merusak rumah warga, proses blasting juga memekakan telinga karena saking kuatnya daya ledak.

“Sudah mah bising oleh suara conveyor, warga juga dibuat tidak nyaman dengan suara ledakang di quarry,” ucapnya.

Masih kata Asep, kegiatan blasting hingga kini masih ada namun, intensitasnya mulai berkurang. Biasanya, dalam sehari 3 kali peledakan, kalau sekarang hanya 1 kali dalam sehari.

“Yang kini sangat mengganggu kenyamanan yakni suara bising conveyor,” ungkapnya seraya mendesak agar pihak perusahaan mengatasi masalah tersebut.*(Yud/Kar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here