Sekdin Pertanian Pandeglang, NKV Tentramkan Batin Konsumen

pertanian pandeglang
Ir. Widyatoko RP, MM, Sekretaris Dinas Pertanian Pandeglang, foto Faceboook Dinas Pertanian Pandeglang

Ir. Widyatmoko RP, MM, selaku Sekertaris Dinas Pertanian Pandeglang mengungkapkan pentingya sertfikat Nomor Kontrol Veteriner untuk menjamin asal-usul daging dan berujung pada tentramnya batin konsumen

Pandeglang, BantenTribun.id- Sekertaris Dinas (Sekdin) Pertanian Kabupaten Pandeglang, Ir. Widyatmoko RP, MM menyatakan Dinasnya mengoptimalkan fungsi Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) untuk menjamin kemanan atas Pangan Asal Hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). Pernyataan itu diungkapkan Widyatmoko dalam acara Sosialisasi Pangan Asal Hewan yang ASUH di Aula Dinas Pertanian Pandeglang, Jum’at (29/6).

Widyatmoko juga mengungkap,bila penjaminan Pangan Asal Hewan yang ASUH punya peran penting dalam memberikan keamanan bagi konsumen. Oleh karenanya berbagai langkah telah ditempuh setiap tahunnya, baik pengawasan langsung ke lapangan maupun sosialisasi pada peternak, pelaku pemotongan hewan di Rumah Potong Hewan (RPH) dan masyarakat.

Terkait NKV, Sekdin yang dikenal supel itu mengaku bila sertifikasi NKV adalah instrumen penting dalam dalam menjamin pangan yang ASUH sehingga batin masyarakat menjadi tentram. NKV merupakan instrumen untuk mengetahui asal-usul pangan asal hewan utamanya daging berasal.

Untuk mengetahui dari mana asal hewan tersebut di potong, kami dapat melihatnya dari nomor NKV” ungkap Widyatmoko.

pertanian pandeglang
Sosialisasi penjaminan bahan pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal.

Berdasar Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 381/Kpts/OT.140/10/2005 tentang Pedoman Sertifikasi Kontrol Veteriner Unit Usaha Pangan Asal Hewan, menyatakan Sertifikat NKV merupakan bukti tertulis yagn sah telah dipenuhinya persyaratan higiene-sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan pangan asal hewan pada unit usaha pangan asal hewan.

Higiene terkait dengan upaya yang berhubungan dengan masalah kesehatan, sementara sanitasi pangan merupakan upaya pencegahan terkontaminasinya pangan asal hewan dari jasad renik pembusuk dan patogen dalam makanan yang membahayakan konsumen.

Perlu diketahui, sertifkasi NKV juga memperhatikan aturan tentang Terresttrial Animal Health Code yang mengatur soal ekspor-impor pangan asal hewan.

Meski Dinas Pertanian terus mengoptimalkan fungsi sertifikat NKV, Widyatmoko jugamenyadari bila kerjasama antar stake holder khususnya Dinas, pelaku usaha pangan asal hewan serta masyarakat adalah hal yang paling penting.

Widyatmoko meminta agar semua yang terlibat dalam penjaminan pangan yang ASUH menjalankan tanggungjawabnya masing-masing.

Dalam hal ini harus ada tanggungjawab masing-masing. Kami Dinas Pertanian berusaha mensosialisasikan (Pangan ASUH) dari hulu sampai hilir. Rumah Potong Hewan (RPH) punya tanggungjawab menjalankan prosedur pemotongan sesuai SOP, sementara konsumen juga diminta teliti dalam membeli daging. Semua punya tanggungjawab masing-masing” pungkas Widyatmoko. (aldo/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.