Sejarah Peringatan Hari Hak Asasi Manusia Internasional 10 Desember

Peringatan Hari HAM Internasional, 10Desember@Komnas Ham
Peringatan Hari HAM Internasional, 10 Desember@Komnas Ham

Kini banyak terjadi peristiwa di mana seseorang tidak lagi menghormati hak asasi manusia dan terus meluas di seluruh dunia. Gerakan ekstrimis memaksa orang untuk tunduk pada kekerasan yang mengerikan. Pesan intoleransi dan kebencian memangsa ketakutan banyak orang,  dan lebih parahnya, nilai-nilai manusiawi ikut diserang.

Pandeglang,BantenTribun.id – Hari ini, 10 Desember, dunia internasional  memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) yang jatuh setiap tanggal 10 Desember. Penetapan tanggal tersebut adalah untuk memperingati pengadopsian Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada 1948 oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tahun 1950, Majelis Umum menerbitkan resolusi 423 yang isinya menghimbau semua negara anggota dan organisasi PBB, termasuk Indonesia,  untuk setiap tahunnya mengingat 10 Desember sebagai Hari H.

Hari Hak Asasi Manusia secara formal dan rutin diperingati dimulai sejak tahun 1950, setelah Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi mengundang semua Negara dan organisasi yang peduli untuk ikut pula mengadopsi merayakan Hari Hak Asasi Manusia setiap tanggal 10 Desember tersebut.

Peringatan ini dirayakan sebagai tonggak untuk menciptakan dunia yang lebih bebas dan adil. World Fair Trade Organization (WFTO) merupakan jaringan global organisasi Fair Trade yang mendukung penuh dan menghormati realisasi HAM di seluruh dunia.

Peringatan Hari HAM Internasional tahun 2015 lalu, pernah meluncurkan kampanye untuk jangka waktu satu tahun ke depan. Kampanye ini untuk memperingati 50 tahun Perjanjian Internasional untuk HAM, yaitu: Perjanjian Internasional di Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya serta Perjanjian Internasional di Bidang Hak-Hak Sipil dan Politik.

Perjanjian tersebut mulai diadopsi pada 16 Desember 1966 oleh Majelis Umum PBB. Perjanjian tersebut, bersama dengan deklarasi pada 1948, menetapkan HAM dasar bagi setiap manusia, yakni: hak-hak sipil, politik, budaya, ekonomi, dan

Kebebasan berpendapat, kebebasan beribadah, kebebasan dari kemiskinan, dan kebebasan dari rasa takut dipilih sebagai hal yang akan dikampanyekan selama setahun ke depan. Kebebasan-kebebasan tersebut dipandang relevan dan sejalan dengan dua Perjanjian Internasional yang diteken dan mulai diadopsi 50 tahun laluNah, dengan peringatan hari ini, kita harus menegaskan kembali hak kemanusiaan. Dimanapun kita berada, melalui gerakan ini kita dapat membuat perbedaan menjadi kenyataan.

Entah itu di jalan, di sekolah, tempat kerja, angkutan umum, bilik suara ataupun di media sosial (medsos).

Inilah waktunya untuk kita dapat bersatu mengambil sikap nyata yang lebih berperikemanusiaan.Dimulai dengan orang-orang yang berada di sekitar kita.

Kemudian mulai melangkah maju untuk membela hak-hak pengungsi atau migran, orang penyandang disabilitas, wanita, anak dan masyarakat pribumi, kelompok minoritas, atau orang lain yang sedang mengalami diskriminasi atau kekerasan. *(red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.