Saat Sumi Pedagang Menyan Harus Bayar Retribusi Harian di Kesultanan Banten

Retribusi yang harus dibayar PKL di Kesultanan Banten, banyak dikeluhkan pedagang kecil (foto-Fz-bantenTribun)

Retribusi harian yang harus dibayar PKL di Kesultanan Banten, banyak dikeluhkan pedagang kecil (foto-Fz-bantenTribun). 

Sumi harus rela menyisihkan keuntungan berdagang menyan -nya sebesar 5 persen untuk membayar retribusi harian di Kesultanan Banten, meskipun ia berdagang di luar area.

Serang, BantenTribun.id – “Katannya mah ada tamu, jadi hanya pedagang-pedagang pilihan saja yang boleh berdagang,” kata Sumiyati, salah satu pedagang kembang dan menyan saat ditemui di lokasi, Kamis, 04/10/2018.

Perayaan Hut Banten ke-18, di Kesultanan Banten, banyak dikeluhkan oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL), karena tempat biasa dirinnya berdagang tidak perbolehkan kembali. Sehingga mereka pun berdagang di pinggir-pinggir jalan masuk Kesultanan Banten.

Ironisnnya lagi, Sumi mengaku, dirinya pun tetap membayar retribusi sebesar Rp 1.000 perhari. Walau keuntungan yang diperoleh dari dagang kembang dan menyannya tersebut hanyalah sebesar Rp 20.000 perhari.

“Saya kira, tidak berjualan di dalam tak kena retribusi. Tapi taunnya tetep diminta,” ujarnnya.

Sementara itu, pedagang lainnya, Rahmat seorang pedagang buah-buahan mengaku, keberatan dengan adannya pilih kasih antar para pedagang. Karena dirinya pun, sama saja membayar retribusi setiap harinya.

“Seharusnya mah, kalau tidak boleh berdagang, ya semuannya tidak boleh. Jangan di pilih-pilih seperti itu. Kita juga kan sama saja, butuh cari nafkah dan membayar retribusi perhari,” jelasnnya.

Informasi dari para perdagang, retribusi tersebut dikenakan perhari dari pihak pengelola Kesulatanan Banten, dengan besaran biaya berbeda-beda. Mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 3.000 perharinya.

Ditempat berbeda, Ketua Umum Lembaga Pemangku Adat (LPA) Kesultanan Banten, KPRB H.Tb.A.Abbas Wasee mengelak adannya biaya retribusi untuk para pedagang yang berjualan di Kesultanan Banten.

“Semuannya saya gratiskan, dan tidak dikenakan biaya,” tegasnnya.

Kemudian untuk para pedagang yang belum kebagian tempat, Kata Abbas Wasse, harap bersabar, karena untuk tahun 2018 hanya disediakan sebanyak 500 kios saja. Sisa pedagang lainnya di tahun 2019.

“Nantikan di relokasi, jadi mohon sabar. Ini pun tidak dikenakan biaya, dan semuannya gratis,” pungkasnya. (Fz/kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.