Rumbah, Kuliner Khas Pendongkrak Derajat Semanggi

881

Pandeglang, BantenTribun.id-Bagi pecinta makanan  pedas, jangan lupa icip-icip rumbah jika anda melintasi jalur Pantura atau bertandang ke Indramayu. Kulinar khas pedas  ini  memang tidak kenal level kepedasan. Selain menikmati manis-gurihnya daun semanggi, “si pendongkrak derajat gulma”, makanan ini juga sederhana, murah, dan menyehatkan.

Penggunaan daun semanggi untuk bahan makanan, memang sudah lama dikenal meskipun tidak disemua daerah. Di Surabaya, daun tumbuhan ini biasa dijadikan bahan makanan yang dikenal sebagai pecel semanggi. Salviniales atau semanggi  dari marga Marsiela ini, juga dimanfaatkan oleh penduduk asli Australia (aborigin) sebagai bahan makanan.

Di Wilayah  Indramayu dan Cirebon, ada kuliner khas yang dikenal dengan nama “Rumbah”. Semacam pecel di Yogyakarta atau Surabaya.

Rumbah adalah kuliner  yang terbuat dari macam-macam sayuran yang di rebus ataupun di kukus. Umumnya terdiri dari daun kangkung,  daun semanggi, kacang panjang,  tauge, peuteuy cina, kulit melinjo, atau bisa juga ditambah  dengan bonteng suri muda yang direbus. Campuran aneka sayuran tadi, di siram dengan sambal kacang yang rasanya pedas dan segar.

Rasa segar dari sambal yang pedas, karena sambal rumbah harus  menggunakan air rebusan asam jawa, untuk membuat sambal menjadi agak cair.Penggunaan daun semanggi,  atau masyarakat sekitar menyebutnya dengan godong semanggen, juga sudah lama digunakan dan menjadi primadona  dalam rumbah ini. Namun begitu, tidak semua pedagang rumbah selalu menyertakan daun semanggi karena  keterbatasan komoditas ini di pasar.

“Rumbah saya hari ini tidak pake semanggen. Sudah habis di pasarnya,” kata Ina (34), pedagang rumbah di Desa Sendang Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu, minggu kemarin,

Di Indramayu sendiri, rumbah masih cukup banyak di minati dan sering di jajakan di wilayah perumahan atau perkampungan. Di tempat objek wisata seperti Pantai Tirtamaya, pedagang rumbah  juga mudah bisa  dijumpai. Di pantai ini, biasanya  pedagang menjajakan rumbah dengan cara  menggendong dan menawarkan langsung ke pengunjung.

Makanan pendamping rumbah biasanya adalah gorengan atau bisa juga kerupuk  melarat (kerupuk khas yang digoreng tanpa menggunakan minyak goreng). Tapi menikmati rumbah tanpa makanan pendamping pun tetap akan terasa nikmat, karena rasa rumbah itu sendiri yang memang nikmat dan membuat ketagihan. Harga yang di banderol pun sangat murah mulai dari Rp.3000 sampai Rp.5000 tergantung banyaknya sayuran per porsi rumbah.

Rumbah, sederhana namun sehat

Meskipun terlihat sederhana, tapi rumbah bisa di katakan sebagai salah satu makanan yang sehat. Aneka sayuran yang disajikan  dalam makanan ini, di kenal bermanfaat untuk kesehatan.  Ada kangkung yang berguna untuk kesehatan mata dan juga tinggi antioksidan yang dapat mencegah kanker. Ada semanggi yang bisa cegah tulang keropos. Ada Kacang panjang yang mengandung Vitamin B kompleks yang sangat di butuhkan oleh tubuh kita.Serta tak ketinggalan Tauge yang mengandung protein lebih tinggi di banding biji kacang hijau aslinya.

Sambal kacangnya yang terbuat dari kacang tanah juga tak kalah hebat dari Tauge, karena bermanfaat untuk kesehatan jantung.

Selain semua sayuran tadi  tinggi serat, kuliner ini juga menantang penggemar makanan  pedas.  Jadi tak usah ragu untuk mencicipi  rumbah jika melewati jalur pantura ini. Menikmati manis-gurihnya daun semanggi, “si pendongkrak gulma”.(Kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here