Tahun Baru: Sentilan Ustad Adi Hidayat dan Resolusi Sejati di Tahun 2018

resolusi tahun baru

Menjelang akhir tahun 2017, banyak kalangan kembali menyusun sebuah resolusi untuk tahun berikutnya yakni 2018. Sayangnya,  janji atau komitmen itu seringkali hanya menjadi cerita berulang tanpa makna.

Pandeglang, BantenTribun.id- Semua orang tentu ingin bila kondisi hidupnya ke tampil lebih baik. Sebab Allah pun mengingatkan, termasuk golongan orang merugi, bila hidup kita saat ini lebih buruk dibanding masa sebelumnya. Pun demikian bila hidup kita di tahun depan tak lebih baik dari tahun ini.

Sadar akan hal itu, di momen tahun baru banyak orang kembali membuat komitmennya untuk tahun depan. Pastinya sesuatu yang dianggap lebih baik dibanding yang pernah dialami di tahun sebelumnya.

Berbagai contoh janji dan komitmen itu pun dituliskan, bahkan disaksikan oleh teman atau keluarga. Media sosial juga tak lepas jadi sasaran.

Mereka menuliskan komitmen dengan berbagai aspek dan sudut pandang. Ada yang ingin lebih baik usahanya, lebih fokus untuk keluarga, lebih sukses karir dan jabatannya atau bisa jadi ada yang berkomitmen tahun depan adalah tahun yang pas untuk melamar si dia.

Semua itu sah-sah saja, tak ada yang melarang juga. Namun ada satu hal yang sering terlupa, sebagai seorang makhluk yang diciptakan Allaj, kita sering abai tentang komitmen kepada-Nya.

Padahal semua kunci kesuksesan yang  telah diraih saat ini, atau yang ingin diraih ditahun berikutnya tak lepas dari kehendak-Nya.

Sentilan Ustadz Adi Hidayat

Sebagai ustadz yang tengan naik daun, Ustadz Adi Hidayat kerap kali mengingatkan kita untuk selalu memprioritaskan Allah dalam hidup.

Sentilan-sentilan sederhana yang membandingkan perintah Allah dengan kepentingan dunia kerap terlontar dalam ceramahnya.

“Saat adzan berkumandang, dan anda masih belanja. Mana yang akan anda piliih Shalat atau Belanja?”  Tanyya Ustadz adi dalam suatu ceramah. Jama’ah pun kompak menjawab, Shalat.

Lalu belaiu bertanya lagi. “Saat anda belanja ternyata ada diskon 95%, mana yang akan anda pilih? Shalat atau tetap belanja?”  jama’ah pun bingung dan dijawab dengan sedikit tawa.

Contoh sederhana itu sejatinya menyentil kita, bila kadang dalam hidup, kita lebih memprioritaskan hal duniawi dibanding perintah Allah.

“Maka dari itu, prioritaskan Allah, maka Allah akan memprioritaskan kehidupan kita di dunia.” Ungkap Ustadz asli Pandeglang itu.

Resolusi Sejati

Belajar dari hikmah yang disampaikan oleh Ustad Adi Hidayat. Tak salah kiranya bila kita merubah sedikit paradigma tentang sebuah resolusi.

Bila dulu kita menulis berbagai prioritas dengan orientasi duniawi dan manfaat untuk diri sendiri. Maka tahun 2018, tak salah kiranya kita geser orientasinya untuk kepentingan amal dan ibadah kepada Allah. Bila itu kita lakukan, maka kita telah menyusun sebuah resolusi sejati.  (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.