Ratusan Warga Bayah Serbu Kantor Pelabuhan Cemindo Gemilang Menuntut Pekerjaan

603
Perwakilan Nelayan dan Buruh Bongkar Muat saat audensi dengan pengelola pelabuhan khusus PT. Cemindo Gemilan- foto Yud.

Rangkasbitung,BantenTribun.id – Ratusan warga yang menyebut dirinya Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (KTKBM) dan nelayan Bayah menyerbu kantor Pabean atau Pelabuhan PT. Cemindo Gemilang di jalan Bayah – Cibareno, di kawasan wisata Karang Taraje, Desa Darmasari Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Kamis (24/8/).

Aksi yang dilakukan KTKBM Segare Banten dan nelayan itu, menuntut agar pihak perusahaan semen dengan merek dagang Merah Putih itu memberikan pekerjaan bongkar muat di pelabuhan.

Dari pantauan BantenTribun.id, ratusan warga gabungan dari buruh bongkar muat dan nelayan itu berkumpul di halaman kantor pabean atau pelabuhan PT. Cemindo Gemilang sekitar pukul 17.00 Wib. Mereka meminta agar pihak pengelola pelabuhan khusus untuk menemui mereka. Beberapa perwakilan diizinkan masuk oleh pihak pengelola pelabuhan untuk beraudensi. Namun, beberapa saat kemudian terdengar suara kaca yang pecah. Rupanya, salah satu jendela kaca kantor pabean pecah diduga akibat dilempar.

Diluar ruangan kantor, ratusan warga merangsek ingin memaksa masuk kedalam ruangan sehingga terjadi aksi saling dorong antara pendemo dengan petugas keamanan (Satpam-red).

 “Kami kesini untuk meminta pekerjaan kepada pihak Cemindo Gemilang, karena kami sudah terima Surat Perintah Kerja (SPK) dari Perusahaan Bongkar Muat (PBM) BSB,” kata David, seorang peserta aksi.

Ia menceritakan, alasan lain mereka mendatangi kantor pelabuhan, karena nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Bayah (HNB) dan KTKBM Segare Banten dijanjikan akan diberi pekerjaan.

“Pihak perusahaan memberikan harapan kepada kami (HNB dan Segare Banten) bisa mendapatkan pekerjaan bongkar muat di pelabuhan. Makanya, kami kesini untuk menuntut soal itu,” tegasnya.

Ia menegaskan, jika pihak perusahaan dan PBM tidak memberikan pekerjaan sesuai SPK maka pihaknya mengancam akan terus melakukan aksi serupa sampai keinginan mereka terkabul.

“Jangan kami diberi harapan palsu terus alias di PHP, kami akan tuntut sampai kapanpun,” ucapnya.

Sementara, saat dihubungi salah seorang pengelola Pelabuhan Khusus PT. Cemindo Gemilang yang enggan menyebutkan nama membenarkan bahwa kantornya didatangi oleh warga yang mengatasnaman KTKBM Segare Banten dan nelayan HNB.

“Betul, sudah kita musyawarahkan bersama antara TKBM dan PBM,” ujarnya.

Namun, saat ditanya soal hasil musyawawah, ia enggan menjawab.

“Tanya saja langsung kepada mereka (KTKBM dan PBM),” tandasnya. (Yud)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here