Proyeksi Ekspor Kakao 2018 Stagnan, Impor Meningkat

ekspor kakao
ekspor kakao stagnan impor meningkat

Asosiasi Industri Kakao Indonesia memperkirakan ekspor Kakao dalam negeri masih stagnan sementara impor kembali meningkat

BantenTribun- Kakao merupakan salahsatu komoditas perkebunan strategis untuk Indonesia. Komoditas ini banyak diusahakan oleh petani dalam bentuk perkebunan Rakyat.

Sayangnya, tahun ini Ekspor komoditas yang produk turunannya berupa coklat itu diperkirakan kembali turun atau mungkin stagnan di tahun ini. Efeknya, menurut Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) Impor Kakao tahun ini diperkirakan akan meningkat sekitar 10-20%.

Bila itu terjadi (Impor), berarti Indonesia kembali mengulang apa yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2017, negara ini harus menerima lonjakan impor hingga 217% dibanding tahun 2016 atau sebesar 226,613 ton Kakao telah diimpor dari negara lain tahun lalu, padahal sebelumnya hanya mengimpor 61,016 ton.

Tahun lalu, Ekspor juga menurun sekitar 11%, dibanding tahun 2016. atau dari 28,329 ton menjadi 25,099 ton.

Ketua Umum AIKI Penurunan jumlah ekspor Kakao disinyalir karena jumlah produksi yang turun dan banyak permintaan dalam negeri yang juga tidak sanggup dipenuhi.

Impor biji Kakao melonjak hingga 271%, ini menunjukan bahwa produksi Kakao kita turun dan tidak mencukupi kebutuan industri. Selain itu banyaknya Industri lokal yang menyerap produksi dalam negeri juga ikut mempengaruhi, meski hal ini positif. Ungkap Jasman seperti dilansir dari kontan.

Jasman juga mengungkap, bila proyeksi impor akan mencapai sekitar 248,000-271,000 ton. Indikasinya menurut Jasman adalah laporan impor Kakao di Kuartal I.

Impor kakao hingga kuartal I sudah meningkat sekitar 41% menjadi 68,478 ton sementara ekspor sebesar 48,738 ton. Ungkap Jasman.

Impor harus dilakukan, karena pertumbuhan industri lokal yang menggunakan bahan baku komoditas ini di Indonesia terus meningkat. Sayangnya hal itu tidak diiringi dengan pertumbuhan produksi Kakao dalam negeri.

Kementerian Pertanian sejatinya memiliki program ampuh untuk meningkatkan produksi kakao, melalui Gerakan Nasional Kakao (Gernas Kakao), namun sepertinya hal ini tidak dilanjutkan.

Berdasarkan data AIKI, seperti ditulis kontan. Impor biji Kakao yang dilakukan Indonesia melonjak sejak 2014. Impor biji Kakao pada 2014 sebesar 109,409 ton, naik dari tahun sebelumnya sebesar 30,766 ton. Tahun 2015 sempat menurun, namun 2016 dan 2017 kembali meningkat. (aji)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.