Produksi Jagung Naik, Peternak Malah Keluhkan Harga Yang Melonjak

harga jagung

Berdasarkan Outlook Tanaman Pangan dan Hortikultura Kementerian Pertanian, Produksi Jagung terus meningkat sejak periode 2013-2017, tahun ini pun diperkirakan meningkat, sayang belum berimbas pada harga jagung untuk pakan ternak yang cenderung meningkat

BantenTribun.id- Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) serta Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di banyak wilayah belum berhenti memacu produksi jagung. Hal yang wajar, mengingat komoditas pangan yang satu ini menjadi salahsatu komoditas strategis selain padi.

Hasilnya, berdasarkan Outlook Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2017, Produksi jagung mengalami peningkatan signifikan dalam periode 2013-2017.

Kenaikan produksi rata-rata tanaman yang bernama latin Zea mays itu naik rata-rata sebesar 8.7 persen / tahun.

Peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2016 sebesar 23.58 persen, sementara ditahun 2017 hanya sebesar 18.55 persen atau sebesar 27.95 juta ton.

Sayangnya, kenaikan produksi tersebut belum berimbas pada stabilnya harga jagung di pasaran.

Dilansir dari laman kontan, Perhimpunan Insan Perunggasan Petelur Nasional, meminta Pemerintah dalam hal ini Kementan untuk mempertanggungjawabkan data tersebut mengingat harga jagung yang terus melonjak.

Selazimnya hukum pasar, harga umumnya akan turun bila suplay cukup, dan sebaliknya harga akan meningkat bila suplay yang tersedia kurang alias mengalami kelangkaan atau scarcity.

Yudianto, Ketua Perhimpunan Petelur Nasional khawatir naiknya harga jagung akan terulang seperti tahun 2015 lalu. Menurutnya, saat itu pemerintah menyatakan stok jagung aman, nyatanya suplay kurang.

Harga Jagung pada tahun 2015 melejit, dan berdampak buruk pada kesehatan hewan, karena banyak peternak mencari alternatif lain dalam waktu yang cukup lama. Ini pengalaman yang memilukan.” ungkap Yudianto dikutip dari laman Kontan.

Meski begitu, Yudianto menyadari bila hingga saat ini belum ada data (produksi jagung) yang benar-benar akurat. Ia meminta agar kejadian tahun 2015 jadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

Kalu data pemerintah, sampai 2021 kita aman, ini yang harus di cermati, betul tidak?” Kita sebagai rakyat memandang pemerintah akan terus melakukan yang terbaik untuk rakyat. Makanya Pemerintah harus Konsekuen.” tambah Yudianto.

Yudianto juga berharap bila produksi jagung yang diproyeksi pemerintah benar. Sementara soal kebijakan ekspor sebaiknya dihitung terlebih dahulu supaya kebutuhan dalam negeri benar-benar terpenuhi. (Red)

Sumber: Laman Kontan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.