Potret Kehidupan Penyapu Jalanan: Bertahan Dengan Upah Minim

455
Saadiah, di depan Masjid Agung Ar-Rahman, foto krBantenTribun

Pandeglang, BantenTribun,-

Sret..Sreett…Bunyi sapu lidi bergagang bambu  panjang terdengar jelas saat menyapu sampah dedaunan yang berserakan di aspal jalan dekat  Tugu Bundaran Alun-alun Pandeglang. Pagi itu masih buta. Cuaca agak mendung dan terasa sedikit dingin. Namun, tangan perempuan dari  tubuh ramping, Saadiah (50) terus bergerak seakan berkejaran dengan waktu. Tak peduli dengan kendaraan yang mulai ramai lalu-lalang didekatnya.

Wanita lulusan SD ini mengaku sudah bekerja sebagai petugas penyapu jalan hampir 16 tahun.  Ia pernah mendapat penghargaan dari Bupati Pandeglang,Irna Narulita,  sebagai Wanita  berprestasi di bidang kebersihan pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Pandeglang April 2017 lalu. Meski  pengakuan itu baru selembar piagam, Saadiah mengaku sangat senang.

Dengan statusnya yang masih tercatat sebagai tenaga honor pada Dinas Tata Ruang dan Kebersihan Pandeglang, Saadiyah hanya menerima honor perbulan  sebanyak Rp 300.000,-

“Sekarang mah mendingan pak, kalau dulu honor saya hanya seratus lima puluh ribu. Kemarin dapat piagam dari Bupati, tapi honornya belum naik juga”katanya ketika bertemu kembali dengan  BantenTribun, minggu(20/8),Di Depan Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang.

Saadiah, penyapu jalan pandeglang-foto KrBanten Tribun

Uang sejumlah itu harus bisa dipergunakan untuk menambah kebutuhan hidup keluarganya sebanyak 8 orang. Ia juga harus menyisihkan untuk ongkos pulang sehabis bekerja, jika tidak dijemput suaminya. Meski honor itu hanya cukup untuk 3 hari, ia tetap melakoni pekerjaan itu karena  jika hanya mengandalkan penghasilan dari suaminya sebagai tukang ojek, jelas tak mungkin.

Meskipun demikian, ia tetap masih bersyukur karena masih bisa bekerja dan mendapatkan honor bulanan yang pasti,  meski dengan jumlah yang  kecil. Menurutnya, kadang-kadang ada juga pegawai yang memberi uang jajan alakadarnya.

“Uang honor habis dalam 2 atau 3 hari. Biasanya saya langsung belanjakan beras telor dan lauk asin agar tahan lama,” kata Saadiah, warga Kampung Pasir Kalapa Kelurahan Kabayan Pandeglang ini, sambil terus menggerakkan sapu.

Di minggu pagi itu, Saadiah harus memulai pekerjaannya jam 5 pagi hingga jam 10 atau 11 siang. Hari itu ia bekerja bersama 8 rekan sejawatnya yang mendapat ship. Sedangkan di hari kerja biasa ia bekerja bersama 16 orang temannya.

Meski usianya sudah paruh baya, toh ia masih sangat berharap dapat diangkat menjadi pegawai negeri. “ Dulu saya sudah ikut pemberkasan, tapi hasilnya nggak tau pak,” ucapnya lirih. Saadiah bahkan menitipkan pesan pada bupati agar membantunya.

“Semoga Bupati Irna Narulita bisa membantu mengangkat saya menjadi pegawai negeri, mohon disampaikan ya pak,..” harapnya dengan suara terbata.

Petugas Kebersihan Perusahaan Swasta

Minimnya honor atau upah petugas kebersihan, tidak hanya dirasakan Saadiah.

Rendahnya upah, juga dirasakan Marna(48), yang bekerja sebagai petugas kebersihan di Tanjung Lesung Beach Hotel, Pandeglang, Banten.

Marna yang sudah bekerja selama 12 tahun sebagai petugas kebersihan pada perusahaan Outsourcing mitra hotel itu,  mengaku hanya dibayar Rp35.000, perhari. Karyawan bekerja selama 8 jam perhari,dan mendapat fasilitas 1 kali makan siang dan kendaraan antar-jemput.

“Dibayarnya perbulan, tapi hitungannya harian. Sebulan libur 4 kali,” kata Marna, kepada BantenTribun, beberapa waktu lalu.

Marna, Petugas Kebersihan Hotel Tanjung Lesung-foto krBantenTribun

Marna, warga Desa Cikadu Tanjung lesung ini,  juga menceritakan, meski ia sudah bekerja selama 12 tahun, tapi besaran upahnya sama saja dengan yang baru bekerja 1 sampai 2 tahun.  Menurutnya, untuk karyawan yang baru masuk, mendapat honor sebesar Rp31.000,-perhari. Perempuan ini juga menyayangkan sering gonta-gantinya perusahaan Outsourcing yang bermitra dengan pihak Hotel.

“Pengennya gaji naik,  tapi mau bagaimana lagi pak, disukuri saja lah meskipun sangat tidak cukup, daripada nganggur,” ucapnya.(Kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here