Potensi Wisata Kampung “Mangrove” di Zona Penyangga KEK Tanjung Lesung

149

 

Kampung Kumuh Mangrove-Patikang, Citeureup (foto NG-BantenTribun)
Kampung Kumuh Mangrove-Patikang, Citeureup (foto NG-BantenTribun)

Meski terkesan kumuh, namun jika ditata dengan baik, Kampung Patikang Desa Citeureup, bisa disulap menjadi destinasi wisata baru“Kampung Mangrove”, apalagi kampung ini berada di zona penyangga Kawasan Ekonomi Khusus(KEK) Tanjung Lesung.  

Pandeglang, BantenTribun.id – Kampung Patikang Desa Citeureup Kecamatan Panimbang merupakan salah satu Buffer Zone atau Kampung Penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Sekitar 30 Kepala Keluarga (KK) mendiami  kampung ini. Mayoritas penghasilan warga Kampung ini mengandalkan hasil melaut alias nelayan.

Kampung ini memiliki beberapa ke unikan. Salah satunya berdiri di atas rawa, akses jalan masyarakat menuju kampung ini harus melewati jembatan yang terbuat dari bambu mengelilingi rumah – rumah warga. Selain itu, di sepanjang jalan tersebut berdiri tanaman mangrove yang mengitari rumah warganya.

“Pikarunyaen lamun usim hujan sendalna sok dijingjing bae ku sabab ledok, (Kasian kalau musim hujan sandalnya suka di lepas karena becek, ahirnya kami ber inisiatif membuat jembatan dari bambu bekas bagan nelayan secara sukarela,” kata Ujang Uta Kepada BantenTribun, Minggu (5/11/2017) sore.

Berdiri di atas rawa tentunya bukan hal yang mudah bagi warga. Mereka yang akan membuat rumah harus menggali dan membuat “umpak” atau alas tiang yang terbuat dari batu dan semen terlebih dahulu, karena pada saat air laut mulai pasang air pasti naik ke dalam pemukiman. Selain itu  warga juga mengalami kesulitan air bersih, karena air di sekitaran rumah warga terasa sangat payau.

“Ada sumur di dekat sawah dan sumur tetangga kampung paling ngambil airnya kesana, kalau buang air besar (BAB) ada WC darurat yang terbuat dari bambu, kalau malam BAB nya di jembatan itu,” ungkap Ujang.

Deden, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Putri Gundul Desa Citeureup menyebutkan Kampung Patikang adalah nama kampung yang banyak di huni oleh para nelayan yang notabene hidup dalam garis kemiskinan, banyak dari mereka tinggal di rumah tidak layak. Namun Kampung Patikang memiliki potensi dengan akses sungai yang menyambung ke laut.

“Kampung itu harus di jadikan Kampung wisata, seperti halnya di taman wisata alam mangrove Jakarta Utara, agar warga- nya sejahtera, apalagi ini berada di Buffer Zone KEK Tanjung Lesung,” tambah Deden.*(NG/kar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here