Polsek Bayah Gelar Apel dan Bakti Sosial Bersama Nelayan Usai Peristiwa Pengrusakan

Polsek Bayah menggelar apel dan bakti sosial bersama tokoh masyarakat setempat usai peristiwa pengrusakan , Selasa,15/5,(foto-opi-BantenTribun)
Polsek Bayah menggelar apel dan bakti sosial bersama tokoh masyarakat setempat usai peristiwa pengrusakan , Selasa,15/5,(foto-opi-BantenTribun)

Pasca terjadinya pengerusakan Kantor Mapolsek Bayah sabtu, (12/5) lalu, Polsek Bayah mengadakan apel dan bakti sosial bersama Tokoh Masyarakat, Pemuda dan Nelayan setempat.

Lebak,BantenTribun.id- Usai terjadinya pengrusakan Kantor Mapolsek Bayah yang dipicu kesalahpahaman, Polsek Bayah bersama unsur TNI, Tokoh Agama, Masyarakat, Pemuda dan Nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Bayah(HNB), mengadakan apel dan bakti sosial bersama, Selasa(15/5) di Mapolsek.

Kapolsek Bayah, AKP Sadimun, mengatakan kegiatan tersebut merupakan sebuah perwujudan yang baik antara TNI – POLRI dengan masyarakat, serta untuk  pemulihan kondusifitas wilayahnya  bersama masyarakat Bayah, dan pemulihan pelayanan di Polsek Bayah.

“Kantor Polsek adalah simbol negara dan dibangun menggunakan uang rakyat. Maka sudah semestinya masyarakat merasa memiliki, dan merawat bersama-sama. Ini sebagai bukti bahwa diantara kami tidak ada masalah. Makanya kami bekerja sama, bergotong royong untuk merawatnya,” kata Sadimun.

Satu hari sesudah peristiwa  pengrusakkan Mapolsek Bayah,  pelayanan Kepolisian untuk masyarakat kembali normal. Anggota Polsek Bayah bersama TNI – POLRI dan masyarakat sekitar bergotong royong membersihkan puing-puing yang berserakan usai terjadinya pengrusakan.

“Renovasi kaca dan genteng yang pecah di Mapolsek Bayah pasca kerusuhan kemarin, sudah terpasang kembali, pelayanan masyarakat mulai  normal kembali,” ujar Kapolsek.

Sebelumnya, pengerusakan Mapolsek Bayah dipicu penangkapan nelayan benur, yakni Bubun dan H. Anwar selaku bos Benur di pangkalan nelayan, Kampung Jogjogan Desa Darmasari Kecamatan Bayah, oleh oknum yang mengaku anggota Polsek Bayah.

Belakangan diketahui oknum tersebut ternyata angota LSM. Satu orang diantaranya berasal dari Cihara Lebak, 1 orang  dari Pandeglang, dan 4 orang asal Wanasalam.

Kemudian usai melakukan penangkapan, pelaku menabrak dua orang nelayan yang mencoba menghalangi laju mobil pelaku yang membawa dua nelayan yang akan bertransaksi pembayaran benur tersebut.

Kedua nelayan baru dilepaskan di Kebun Sawit di daerah Panggarangan, usai pelaku merampas uang korban sebesar Rp 25 juta, Hp dan identitasnya.

Kejadian tersebut, memicu ratusan nelayan dari Bayah, Binuangeun dan Cisolok, yang datang ke kantor Mapolsek dan merasa tidak puas dengan penjelasan yang diperoleh.  Massa lalu melakukan aksi penyerangan dan pengerusakan fasilitas Mapolsek Bayah, Sabtu, (12/05), sekitar pukul 10.00 Wib.

Selain banyak bagian kantor Mapolsek mengalami kerusakan, satu unit kendaraan patroli, empat unit motor dinas dibakar. Tidak hanya itu, satu unit mobil pelayanan dan sembilan motor rusak berat.

Dampak dari aksi pengrusakan tersebut, sejumlah nelayan pun ditangkap pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.

Dua hari pasca terjadinya kejadiankerusuhan, Senin (14/5), Sat Reskrim Lebak telah mengamankan HL, pelaku penculikan nelayan benur yang mengaku anggota Polsek.

Dalam penangkapan tersebut, Kepolisian mengamankan barang bukti berupa 1 mobil Xenia hitam dengan nomer polisi B 1539 PKL yang dihunakan pelaku,  dan 1 unit HP merk Polytron model PL 4M6 milik korban.

Hingga saat ini pihak Kepolisian masih memburu tersangka lainnya yang melarikan diri, antara lain TA, SN alias JU, dan A.(Opi/kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.