PG Logo Jaya, Hutan Terjaga, Rakyat Sejahtera

PG-Logo-Jaya
PG-Logo-Jaya

 

Kelompok Tani Pelestari Gunung (PG) Logo Jaya menegaskan, peran aktif masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan bisa mendorong meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hutan terjaga, rakyat sejahtera.

BantenTribun.id —Hal itu tersimpul melalui forum diskusi bertopik Sosialisasi Permen LHK Nomor P.43/MENLHK/Setjen/KUM.1/6 2017 sebagai Turunan dari Pasal 49 PP 108 Tahun 2015 Guna Mendukung Pemilu Damai di Telaga Malimping, Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/10/2018).

Penyelenggaraan sosialisasi itu menjadi sangat relevan, terutama dengan adanya sejumlah temuan berupa kerusakan parah pada pohon-pohon pinus di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Tenjolaya, Kabupaten Bogor, yang berpotensi mengancam kelestarian lingkungan.

Beberapa laporan hasil observasi menyebutkan, kerusakan pohon lindung tersebut terjadi akibat aksi “penyadapan getah” yang sudah berlangsung sangat lama.
Maka, Kelompok Tani PG Logo Jaya, yang bergerak di bidang Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), mengajak masyarakat di sekitar TNGHS untuk lebih aktif menjaga kelestarian hutan.

“Karena, hal itu akan menjadi faktor pendukung yang sangat vital untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar TNGHS,” kata Ketua PG Logo Jaya, Jajang Sudrajat, yang akrab disapa Pak Eko.

Pemilu 2019

Pada kesempatan yang sama, Jajang juga mengingatkan soal kian dekatnya penyelenggaraan Pemilu 2019, yang akan menggelar agenda Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) secara serentak.

Ia berharap, masyarakat di kawasan TNGHS bisa menjadi teladan juga dalam menyikapi pesta demokrasi itu secara dewasa dan melakukan proses-proses politik yang santun.

“Saya menghimbau juga kepada masyarakat agar mendukung Pemilu Damai 2019 mendatang tanpa hoax, dan No SARA,” ujar Jajang.

Forum sosialisasi yang diprakarsai PG Logo Jaya itu terpantau berlangsung sukses.ara tersebut dihadiri ratusan peserta, yang didominasi para anggota kelompok tani, dan menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Sekjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan.

Tampil pula sebagai pemateri di acara itu Kapolsek Cijeruk (mewakili pihak Polres Bogor), Danramil 2123/Cijeruk, dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya.

Di tempat terpisah, Ketua Umum Lembaga Analisis Anggaran, Pengkajian Kebijakan Publik dan Lingkungan Hidup (LAKIP-LH), Peri P Sinaga, mengatakan, lingkungan hidup merupakan bagian dari kehidupan yang berkelanjutan.

“Maka, harus dijaga, dikelola, dan dilindungi, agar hutan tetap terpelihara dan rakyat sejahtera. Mari jaga kelestarian hutan guna mendukung Pemilu Damai 2019. No Hoax, No SARA,” katanya.(yukie hr).*

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.