Pengrajin Miniatur Bus AKAP, Karyanya Disukai Berbagai Kalangan

kawasan industri Krakatau Steel, Cilegon, Banten. (Nur.H/kar)

Juhri pengrajin miniatur bus AKAP, menjajakan produk ketrampilannya di kawasan industri Krakatau Steel, Cilegon, Banten. (foto-Nur.H-BantenTribun)

Jangan pernah kecilkan peran dan semangat mereka yang berkarya dan berwirausaha dengan menjajakan produknya dipinggir jalan, apalagi mempersulit usaha mereka, karena merekalah laskar mandiri yang mampu menopang ekonomi nasional dan terbukti tak mengeluh dengan krisis ekonomi.

BantenTribun,id- Adalah Dedi Juhri (40) bapak dua anak, warga yang lahir dan dibesarkan di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten ini salah satu dari banyak pelaku ekonomi UMKM yang tiga tahun terakhir berkecimpung dipembuatan miniatur Bus AKAP berbagai  merek perusahaan PO dan menjual langsung karyanya dipinggir jalan sekitar Alun-alun Cilegon, Banten.

Juhri memproduksi sendiri miniatur bus tersebut dirumahnya dibilangan Pabuaran, Karyanya berupa miniatur kendaraan bus dengan berbagai merek PO yang melayani trayek ke Banten, seperti Arimbi, Prima Jasa, Armada dan sebagainya.

Dalam sehari, Juhri bisa menghasilkan sekitar 5 hingga 10 unit. Dia mengerjakan selama empat hari penuh dalam seminggu, sisanya digunakan untuk menjual karyanya, terutama dihari Sabtu dan Minggu atau Senin.

“Saya ngerjainnya dirumah selama empat hari penuh. Biasanya sejak Selasa hingga Jum’at. Hari Sabtu dan Minggu saya menjualnya disini,” ungkap Juhri yang ditemui Banten Tribun di tepi jalan dekat Alun-alun Cilegon.

Juhri pengrajin miniatur bus AKAP
Juhri pengrajin miniatur bus AKAP

Dari hasil penjualannya selama dua atau tiga hari, Juhri mampu membawa pulang sedikitnya empat hingga lima juta. Jika sedang mujur bahkan bisa mencapai angka enam juta dari hasil penjualannya seharga 150 ribu hingga 250 per unit.

Atas hasil wirausahanya itu, Juhri telah mampu menyelesaikan cicilan sebuah mobil angkutan kota yang diopersionalkan oleh kerabatnya.

“Alhamdulillah, sedikitnya dua puluh miniatur bus ini bisa habis dijual selama dua hingga tiga hari. Saya menjual antara 150 ribu hingga 250 ribu per unit,” sambung Juhri.

“Lumayan, dari hasil ini bisa untuk nyicil angkot,” tambahnya.

Bagi Juhri, angkot bukanlah barang baru, selepas berhenti karena penghasilan yang tidak memadai jadi tenaga bantu di Pengadilan Negeri Serang, dia beralih menjadi supir angkot selama  beberapa tahun.

Sambil menyupir angkot, Juhri pernah nekat membuat usaha sendiri dengan mendirikan show room dan memiliki enam angkot, namun akibat ketidak beresan para mitranya, dia menjual semua angkotnya dan menyerahkan usahanya pada rekannya yang hingga saat ini masih terus berjalan.

Ia lalu memulai usaha baru dengan memproduksi sendiri miniatur bus AKAP ini.

“Tahun 2011 sampai 2013 saya pernah merintis hingga punya showroom, tapi saya serahkan keteman karena mitra usahanya cenderung gak produktif. Pada prinsipnya saya gak mau ribet, jadi saya tinggalkan usaha tersebut yang dulu berada di bilangan terminal Pakupatan, Kota Serang,”.

Saat ini Juhri terlihat sangat menikmati usahanya tersebut. Dari usahanya ini banyak pembeli karyanya dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orangtua. Mereka umumnya membeli untuk keperluan koleksi, terutama para supir bus.

Bahkan, Juhri pernah mendapat pesanan dari pihak angkutan karyawan Krakatau Steel sebanyak dua puluh unit. Juhri juga menceritakan pernah laku keras saat HUT TNI beberapa lalu karena karyanya banyak dibeli anggota TNI dari berbagai kota yang ikut pelaksanaan HUT TNI di Merak.

Ia berharap, usahanya ini terus berkembang dengan mengajak beberapa pemuda untuk bergabung, namun menurutnya, harapan itu belum menuai hasil karena kurangnya minat pemuda untuk berwira usaha seperti dirinya.

“Saya pernah mengajak beberapa anak muda bergabung untuk memproduksi, tapi mereka tak menikmati pekerjaan seperti ini, sehingga mereka bubar. Pekerjaan seperti ini, selain memerlukan ketekunan saat bekerja juga dibutuhkan kekuatan mental dengan membuang jauh rasa gengsi,” tuturnya sambil menyeruput kopi panas kepada Banten Tribun, di lokasi lapaknya. dibilangan kawasan industri Krakatau Steel, Cilegon, Banten. (Nur.H/kar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.