Pengelola Pantai Sawarna Lebak Dilaporkan ke Polisi

282
Tanjung Layar, Sawarna Lebak( foto Nur.H-BantenTribun)
Tanjung Layar, Sawarna Lebak ( foto Nur.H-BantenTribun)

Pengelola pantai Sawarna, Desa Sawarna, kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak dilaporkan ke Polisi Sektor (Polsek) Bayah oleh tokoh pemuda Desa Sawarna bernama Hasan Sadeli. Pengelola dituding tidak transparan terkait pendapatan dari  tiket masuk pantai yang tidak pernah dipublikasi.

Lebak, BantenTribun.id – Surat laporan pengaduan yang ditanda tangani Hasan Sadeli tertanggal 26 Desember 2017, mengadukan pengelolaan tiket pantai Sawarna. Hasan menuding, pemasukan dan pengeluaran dari pendapatan retribusi tidak jelas dan tidak pernah dipublikasikan kepada publik.

“Kalau surat pengaduanya sudah kita layangkan ke Polsek Bayah seminggu yang lalu. Tetapi, hingga kini belum ada tindak lanjutnya,” kata Hasan Sadeli Sabtu (6/01/2018).

Menurut Hasan, tiket retribusi masuk ke kawasan wisata pantai Sawarna tidak berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) tetapi mengacu kepada peraturan desa (Perdes). Hal ini diketahui dari fisik tiket masuk yang tertera nomor 3 tahun 2013 tentang retribusi masuk kawasan pantai.

Menurutnya, payung hukum pungutan retribusi tersebut sangat janggal karena retribusi mengacu kepada Perdes. Sedangkan kewenangan mengeluarkan atau membuat tiket atau karcis merupakan kewenangan Pemkab melalui Perda.

“Ini yang kami persoalkan, selain ketidaktransparanan soal pengelolaan. Karena, jika pungutan tidak jelas payung hukumnya, itu sama saja pungutan liar (pungli),” bebernya.

Sepengetahuan Hasan, pendapatan dari tiket retribusi mencapai ratusan juta rupiah setiap tahunya. Namun, yang disetorkan ke kas desa untuk tahun ini hanya Rp150 juta. Ia menduga, hasil dari pemasukan retribusi dijadikan bancakan oleh oknum-oknum tertentu.

“Saya minta aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan pengaduan kami. Agar kasus ini menjadi terang benderang dan pengelolaan retribusi pantai Sawarna menjadi sehat,” tandasnya.

Sekretaris Desa (Sekdes) Sawarna Lili Suhaeli, tidak menampik jika manajemen pengelolaan pantai Sawarna belum maksimal. Soal Perdes retribusi, menurutnya, akan segera melakukan revisi dan penyempurnaaan.

Adapun terkait dengan pendapatan retribusi sudah tercantum di APBDes 2016.

“Sisa yang tidak tercatat realitas dilapangandigunakan untuk pembangunan jalan lingkungan dan kegiatan sosial, keagamaan dan kegiatanya lainya,” ungkap Lili.

Sedangkan untuk perencanaan APBDes 2018 rencananya akan digunakan untuk pembelian mobil ambulan.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Bayah AKP Sadimun, tidak bisa tersambung. Telepon selulernya dalam keadaan tidak aktif.*(Yud/red).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here