Memajukan Penelitian Pertanian

234

penelitian pertanian

Penelitian termasuk peneitian pertanian, merupakan aktivitas manusia dalam menggali informasi, mengobati rasa penasaran, dan bagian dari manifesasi naluri manusia untuk mempertahankan hidupnya. Penelitian atau riset, biasanya identik dengan pekerjaan mengumpulkan dan mengolah data, dokumentasi, inovasi produk, dan menulis makalah atau dokumen laporan.

Beberapa pengertian tentang penelitian dapat dideskrpsikan sebagai berikut: pertama, Hillway dalam bukunya Introduction to Research menyatakan bahwa penelitian atau riset merupakan studi yang sifatnya mendalam dan penuh kehati-hatian atas suatu masalah daam upaya memecahkan permasalahan tersebut.

Soerjono Soekanto, menyatakan bahwa penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada analisis dan konstruksi sistematis, metodologis dan konsisten yang bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran atas apa yang dihadapi manusia.

Sementara menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor 6 Tahun 2012 menjelaskan bahwa penelitian merupakan keigatan yang mengacu pada kaidah dan metode ilmiah sistematis untuk mendapatkan data, informasi dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran atas suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta mengambil kesimpulan bagi keperluan ilmu pengetahuna dan teknolog tersebut.

Ketiga pengertian di atas, secara proses setidaknya memiliki kesamaan makna, bahwa menentukan kesimpulan atau jawaban dari suatu masalah secara obyektif bisa ditempuh melalui jalur penelitian.

Penelitian untuk Memajukan Pertanian
Beberapa kalangan yang peduli terhadap kemajuan pertanian tentu bertanya, apa sebenarnya manfaat penelitian di bidang pertanian ? atau dibawa kemana penelitian yang saat ini sudah dihasilkan?. Tidak bisa dipungkiri, jika pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi wajar adanya. Mengingat kemajuan di sektor ini sepertinya belum ‘terasa’ oleh masyarakat.

Riset/Kajian/Penelitian,secara umum memiliki arti yang sangat penting bagi kemajuan pertanian. Perusahaan bonafid yang bergerak dalam bisnis pertanian biasanya memiliki divisi sendiri yang dikenal dengan Human and Research Development. Pun demikian dengan pemerintah. Kementerian Pertanian selaku eksekutif yang bertugas mengembangkan pertanian di Indonesia juga memiliki lembaga penelitian yang disebut Badan Penelitan dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

Sementara di daerah, Kementerian juga memilki Badan Penelitian yang biasa disebut dengan Badan Pengembangan Teknologi Pertanian (BPTP). Lembaga ini bertugas untuk meneliti dan mengembangkan inovasi dan teknologi baru yang sifatnya spesifik dan lokal. Komoditas unggul banten seperti durian si Seupah dihasilkan oleh lembaga ini.

Selanjutnya, Pemerintah Daerah yang menyadari pentingnya sebuah kajian atau penelitian untuk memajukan daerahnya, umumnya tidak tinggal diam. Kabupaten Pandegalng misalnya, daerah yang identik dengan ketertinggalan ini juga tengah gencar melakukan kajian dan penelitian melalui kerjasama dengan perguruan tinggi yang memiliki reputasi di Indonesia. Untuk sektor pertanian, Kabupaten yang pertama kali dipimpin oleh bupati perempuan ini bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor.

Perkara hasil penelitian oleh Badan Litbang Pertanian atau lembaga penelitian pertanian lainnya itu digunakan atau tidak, itu persoalan lain karena menyangkut kebijakan pemerintah. Akan tetapi, pada umumnya jika hasil penelitian itu dirasa memiliki manfaat luas bagi masyarakat, biasanya didorong oleh pemerintah diberbagai level untuk terus dikembangkan.

Perlu disadari bahwaI ndonesia,termasuk Banten dan Pandeglang, kini tengah berhadapan dengan berbagai persoalan pertanian. Dinamika ekologi, terbatasnya sumber daya lahan dan air, perkembangan sosial ekonomi pertanian, rawannya ketahanan pangan dan energi, rendahnya posisi tawar petani, harmoni antar sektor dan segudang persoalan pertanian lainnya perlu diurai sedemikian rupa hingga mendapatkan sebuah kesimpulan yang komprehensif. Sesuai perannya, penelitian pertanian menjadi sangat penting untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut sekaligus memberi rekomendasi untuk memajukan sektor utama di Indonesia ini.

Inovasi Teknologi Hasil Penelitian
Jika mau jujur, penelitian pertanian telah menghasilkan berbagai inovasi. Penggunaan alat dan mesin pertanian, penggunaan bibit unggul dengan spesifikasi tertentu, Produk pengganti bahan pangan tertentu, serta metode dan pendekatan penyuluhan pertanian adalah produk yang dihasilkan oleh peneliti bidang pertanian. Hanya saja, sebagai sebuah hasil dari asumsi dan hiptesis, tidak semua produk penelitian benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya petani.

Perlu proses yang panjang agar sebuah penelitian bisa benar-benar di adopsi. Kebijakan pemerintah, kemampuan peneliti serta kapasitas penyuluh sebagai penyampai langsung hasil penelitian kepada petani, serta kemampuan adopsi petani menjadi fakor penentu berhasil tidaknya sebuah produk penelitian pertanian.

Interaksi antara penyuluh dan petani, akan sangat menentukan sebuah inovasi atau hasil penelitian diterapkan oleh petani. Petani sebagai pelaku utama di bidang pertanian, tidak begitu saja percaya terhadap sebuah inovasi. Merekalah yang pertama kali dirugikan jika sebuah produk penelitian itu gagal.

Kebijakan Pemerintah
Sebuah produk penelitian pertanian yang dianggap memiliki manfaat yang luas bagi petani, sejatinya didorong oleh pemerintah untuk terus dikembangkan hingga mampu diterapkan oleh petani. Kementerian Pertanian dipercaya sudah melakukan hal itu.

Masalah utama muncul ketika ketersediaan anggaran untuk riset dan penelitian sangat terbatas. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota didorong untuk melakukan penelitian yang sifatnya lokal. Dukungan daerah akan sangat berarti bagi kemajuan pertanian secara umum. Untungnya sudah banyak daerah yang menyadari hal ini termasuk Pandeglang.

Saat ini Pandeglang telah memiliki beberapa dokumen hasil kajian pertanian. Dokumen ini diharapkan secara konsisten mampu dimanfaatkan sebaik-baiknya agar kemajuan sektor pertanian semakin hari semakin terasa.

Penulis: Ajat Juhaedi, S.ST (Staf Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan pada Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang).

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here