Penderita Tubuh “Pendek” di Kota Serang Capai 2.934 Anak

foto ilustrasi stunting

foto ilustrasi stunting

Penderita pertumbuhan tinggi badan yang terganggu (Stunting) di Kota Serang mencapai 2.934 anak. Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis akibat asupan gizi yang kurang sehingga tinggi badan bayi di bawah standar menurut usianya alias pendek.

Serang,BantenTribun.id – Penyakit  Stunting di Kota Serang Provinsi Banten tersebar di setiap kecamatan. Salah satu kecamatan yang paling banyak penderita penyakit Stunting adalah Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Kepala Dinas Kesehatan (DinKes) Kota Serang, Toyalis,  mengatakan penderita Stunting di Kota Serang saat ini berjumlah 2.934 anak, dan paling banyak penderita Stunting di Kasemen,

“Paling banyak penderita Stunting di Kecamatan Kasemen,” kata Toyalis kepada awak media di Kota Serang, Selasa, (16/10).

Toyalis menambahkan, pihaknya sudah melakukan launching untuk mencegah stunting dan dan berusaha agar anak yang menderita stunting tidak masuk daftar gizi buruk.

“Sekarang ini kita mulai dari stunting, kalau dulu gizi buruk. Kita cegah bagaimana caranya anak supaya tidak terkena stunting,” tambahnya

Toyalis mengakui, untuk mencegah stunting, pihaknya juga sudah membentuk kelompok penderita stunting dengan nama kelas “Ibu Pintar Balita Sehat”.

“Karena kebanyakan penderita stunting ini berasal dari anak SD,” ujarnya.

Untuk penyebabnya sendiri, Toyalis menyebutkan, yang pertama adalah karena anak-anak sakit sehingga males makan atau memang kurang makan.

“Jadi pola makan juga mempengaruhi anak, sehingga bisa terkena penyakit stunting,” terangnya.

Berdasarkan Pantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017 Kemenetrian Kesehatan RI, Prevalensi stunting bayi balita di Provinsi Banten masih cukup tinggi dan melampaui batas maksimal yang ditentukan WHO yakni 20 persen. Provinsi Banten memiliki prevalensi sebesar 29,6 persen dan menempati peringkat ke 11 diatas Jawa Barat.(Oki/kar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.