Pemimpin Lain Ucap Lain Amal

118
pemimpin lain ucap lain amal
foto: suaraislam

Oleh : Kamim Rohener

Pernah anda melihat, seorang pemimpin dalam forum berucap manis dan berkalimat indah melenakan?  Seolah di Perfect. Larang itu, larang ini, jangan itu jangan itu jangan ini. Namun ternyata, amalnya jungkir balik 180 derajat.

Jika anda seorang staf,  ASN misalnya tentu akrab dengan kata “disposisi” benda seperempat lembar yang biasa ditulis pimpinan anda “tindak lanjuti sesuai peraturan yang berlaku”. Tapi setelahnya ia menelpon anda, bisa saya minta ini, itu bla, bla, bla. Yang nyatanya melanggar kalimat disposisi yang ia tulis. Lalu ia kirim nota, memo dan sejenisnya yang bertulis angka sekian juta.

Lebih parah lagi, ada pemimpin yang berucap bak ulama, tapi di belakang, ia peras bawahannya  bak preman. Ngeri kali!

Negeri ini nampaknya belum lepas dari penyakit akut Pemimpin macam itu. Manis diluar busuk didalam, bangun citra habis-habisan dengan satus quo yang harus terlanggengkan.

Sudah cukup.  Cukup sudah!  Bangsa ini sudah tak butuh pemimpin asimetris model begitu. Pikir lagi, dikira hidup itu abadi.

Entah apa nanti yang akan diwariskan oleh pemimpin “lain ucap lain amal” pada generasi berikutnya.  Jangan-jangan kelakuan yang sama seperti dendam bully anak SMA.

Sudah. Sekali lagi sudah. Kini waktunya negeri ini, Provinsi, Kabupaten dan kantor SKPD dipimpin oleh orang yang selaras ucap dan amalnya.

Bukan apa-apa, hanya mengharap keberkahan ada disekitar kita, dan tak ada lagi korban main mata. Dan satu hal yang istimewa, agar kita terhindar dari siksa neraka.

Sebagai penutup, kutipan hadis ini semoga tertanam di hati pemimpin kita, anda dan generasi pemimpin berikutnya.

“akan didatangkan pada hari kiamat lalu dicampakan ke dalam neraka. Dalam neraka, orang tersebut berputar-putar sebagaimana keledai berputar mengelilingi mesin penumbuk gandum. Banyak penduduk neraka yang mengelilingi orang tersebut lalu berkata. “Wahai Fulan, bukankah engkau dahulu sering memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran? Orang tersebut menjawab. “Sungguh dulu aku sering memerintahkan kebaikan, namun aku tidak melaksanakannya.” (HR Bukhari Muslim)**

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here