Peluang Bisnis Kulit Melinjo

570
Peluang bisnis kulit melinjo
kulit melinjo

Pandeglang, BantenTribun.id- Peluang bisnis kulit melinjo saat ini belum banyak yang melirik . Melinjo (Gnetum gnemon linn) lebih banyak dimanfaatkan daun dan bijinya. Bila daun terutama daun muda, serta bunganya lebih banyak dimanfaatkan sebagai sayur asem atau lodeh, maka bijinya menjadi bahan untuk membuat emping.

Saat ini tak sedikit pengusaha yang bergerak dalam bisnis emping melinjo. Bahkan dibuat dengan aneka rasa, dari rasa original, hingga balado. Rasanya yang gurih membuat sensasi tersendiri di lidah penikmatnya, tak heran bila permintaan akan produk yang dari biji melinjo ini tak pernah berhenti.

Sentra industri emping di Karangampel, Indramayu misalnya. Daerah ini setidaknya membutuhkan 10 ton melinjo per harinya untuk dijadikan emping. Lalu berdasarkan pengakuan pengusaha di sana, emping terbaik justru ada di wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Baca Juga:

Sentra Industri Keripik Melinjo Karangampel: Perhari Butuh 10 ton Buah Melinjo Pandeglang

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS)  Kabupaten Pandeglang, Jumlah produksi melinjo atau tangkil di kota santri memang cukup besar. Dokumen Data Pandeglang Dalam Angka yang rutin diterbitkan oleh instansi ini menunjukan bahwa jumlah produksi melinjo di tahun 2015 mencapati 120 ton lebih.

Sayangnya, kebanyakan petani tangkil di kota santri ini, lebih memilih menjual langsung buahnya  ke pengumpul tanpa mengolahnya terlebih dahulu menjadi produk olahan. Alhasil pengusaha dari daerah lain memanfaatkan peluang dari komoditi tersebut menjadi produk yang memiliki nilai tambah lebih baik, salahsatunya menjadi emping.

Kulit Melinjo

Siapa sangka, bila benda berwarna merah dan empuk bila matang ini, ternyata dapat diolah menjadi cemilan enak. Saat ini kulit melinjo umumnya hanya dimanfaatkan sebagai sayur untuk teman makan nasi atau dibuang sebagai limbah.

Cemilan dari kulit tanaman asal asia tropis ini biasanya diolah menjadi keripik kering dan renyah. pengolahannya pun tidak terlalu sulit, hanya menggunakan alat-alat dan bahan sederhana anda bisa menciptakan produk yang bernilai tambah.

Cara pembuatannya tak jauh berbeda dengan membuat kripik kentang atau sejenisnya. Jika ingin mendapatkan kualitas yang baik, dengan kekeringan sempurna dan awet ada baiknya gunakan pengering minyak atau Spiner.

Saat ini di beberapa daerah seperti Sumedang, Majalengka hingga malang sudah banyak yang memproduksi kripik dari kulit melinjo ini namun permintaan konsumen nampaknya masih banyak. Pandeglang memiliki potensi untuk pengembangan produk ini, mengingat daerah di ujung barat pulau jawa ini memiliki banyak tanaman melinjo. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here