Panduan Gizi Seimbang Untuk Anak Balita

Panduan gizi seimbang. ilustrasi @worthymothertips
Panduan gizi seimbang. ilustrasi @worthymothertips

Penderita gizi buruk masih menghantui anak-anak Indonesia. Kejadian terbaru di Asmat, Papua dan Kendari, Sulawesi Tenggara hanya merupakan sedikit gambaran  di antara banyak anak-anak Indonesia yang menderita gizi buruk.Diperlukan asupan  gizi yang seimbang untuk anak balita.

BantenTribun.id—Menurut Profesor dan Ahli Gizi IPB Dodik Iriawan, gizi buruk atau malnutrisi bukan hanya sekadar kekurangan gizi tapi juga meliputi kelebihan berat badan (obesitas) dan tubuh pendek (stunting).

Dodik menyayangkan kondisi gizi buruk di Indonesia karena sebenarnya gizi buruk bisa diatasi dengan pemberian gizi yang seimbang.

Gizi seimbang bisa dicapai dengan memberikan nutrisi dan memperhatikan asupan anak-anak. Hanya saja tak dimungkiri kalau anak di usia 2-5 tahun memang memiliki masalah dengan makanan.

“Gizi seimbang merupakan konsep nutrisi yang masuk pas, tidak kurang sehingga menyebabkan kurus dan stunting serta tidak berlebihan sehingga menyebabkan obesitas,” kata Dodik dalam diskusi memperingati Hari Gizi Nasional bersama Muslimat Nadhlatul Ulama di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa, seperti dilansir laman cnn.

Berdasarkan data  Kementerian Kesehatan pada November 2017 menunjukkan 14,8 persen bayi di bawah dua tahun menderita gizi buruk dan bayi bawah lima tahun sebanyak 17,8 persen.
Ketika mereka sulit makan, asupan gizi seimbang juga sulit untuk dicapai.

Berikut merupakan rekomendasi asupan gizi seimbang untuk anak usia 2-5 tahun.

  1. Pangan gizi tinggi
    Dodik menganjurkan agar balita mengonsumsi makanan dengan densitas gizi yang tinggi seperi karbohidrat kompleks, protein hewani, sayuran, dan buah-buahan.

    Dalam sehari, untuk balita usia 2-3 tahun dianjurkan makan karbohidrat sebanyak tiga porsi, sayuran 1,5 porsi, buah tiga porsi, lauk nabati satu porsi, lauk hewani satu porsi, susu satu gelas, dan satu sendok teh minyak, serta satu sendok makan gula.

    Sedangkan usia 3-5 tahun, dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat sebanyak empat porsi, sayuran dua porsi, buah tiga porsi, lauk nabati dan lauk hewani masing-masing dua porsi, susu satu porsi, dan minyak empat sendok teh serta gula sebanyak dua sendok makan.

    2. Perhatikan jumlah asupan gula, garam, lemak
    Terlalu banyak gula, garam dan lemak ternyata tak baik bagi pertumbuhan anak.

    “Gula, garam dan lemak yang berlebih bisa memengaruhi kesehatan dan menyebabkan kerusakan gigi, obesitas dan tekanan darah tinggi,” ucap Dodik.

    Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 30 tahun 2013 konsumsi gula tak lebih dari 50 gram, natrium tidak lebih 2 gram dan lemak tidak lebih dari 67 gram per hari.

3.Hindari konsumsi olahan industri
Dodik menyarankan untuk menghindari makanan yang terbuat dari olahan industri karena banyak mengandung garam, gula, dan lemak. Pangan yang diolah sendiri lebih baik karena bisa diatur takaran dan terjamin kebersihannya.

4. Air putih yang cukup
Air putih baik untuk metabolisme dan pencernaan tubuh. Anak dianjurkan untuk minum air putih sebanyak 1,6 liter per hari.

5. Makan bersama anak
Ada baiknya untuk membiasakan makan bersama dengan anak agar asupan bisa dikontrol. Kebiasaan ini dianggap akan berpengaruh saat anak sudah menginjak usia remaja.

“Jangan izinkan anak makan di luar agar anak terbiasa saat remaja mereka sudah mulai independen,” ujar Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB ini.

6. Imbangi dengan aktivitas
Imbangi pola makan anak dengan aktivitas fisik seperti berlari dan melompat. Kegiatan ini, kata Dodik, baik untuk mencegah anak dari obesitas.

“Biasakan anak berlari atau aktivitas lain. Jangan jadi yang hanya diam dan melihat gadget,” ucap Dodik. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.