Optimalisasi Ponpes dalam Germas, Ubah Image Mondok Bakal “Gatelan”

Optimalisasi Ponpes dalam Germas, untuk mengubah image negatif kesehatan lingkungan

Optimalisasi Ponpes dalam Germas, untuk mengubah image negatif kesehatan lingkungan (foto-Ck). 

Kesehatan lingkungan  pondok pesantren, imagenya negatif. Kalau gak, mondok itu pasti “gatelan”. Kedepan, image itu hilang karena pondok pesantren bersih, jambanya bagus, serta pola hidupnya sehat.

Pandeglang, BantenTribun.id–  Seluruh unsur memiliki peran penting untuk mewujudkan  kondisi lingkungan yang sehat. Tak terkecuali Pondok Pesantren (Ponpes)  sebagai yang berperan  mencetak generasi yang nantinya diharapkan memberikan  contoh kepada masyarakat.

“Keikutsertaan pondok pesantren dengan santrinya untuk ikut mengoptimalisasi Germas diharapan masyarakat yang terlibat jadi merata,” kata Ketua tim penanggungjawab program Germas Pimpinan Pusat Mulsimat NU Erna Yulia Soefihara usai acara Optimalisasi Germas Pondok Pesantren Muslimat NU di Pandeglang, Jumat (26/10/2018).

Menurutnya, mobilisasi Germas yang melibatkan para santri di kota yang dipimpin Irna Narulita dan Tanto Warsono Arban dengan julukan “Kota Santri” memiliki jumlah pondok pesantren yang cukup banyak, diharapkan dapat berprilaku sehat sesuai 7 isu Germas yang diangkat Muslimat NU bisa terealisasi.

“Kesehatan lingkungan  pondok pesantren, imagenya negatif. Kalau gak mondok itu pasti gatelan. Kedepan image itu hilang karena pondok pesantren bersih, jambanya bagus, serta pola hidupnya sehat,”katanya.

Kegiatan optimalisasi Germas ini merupakan kerjasama antara PP Muslimat NU dengan Kementerian Kesehatan yang mengangkat 7 isu Germas, diantaranya, melakukan kegiatan fisik, budaya konsumsi buah dan sayur, pemeriksaan kesehatan secara berkala, tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, menggunakan jamban yang sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Pengarah program dari Promkes Kementrian Kesehatan Ismoyowati, menurutnya, santri harus menjadi agen perubahan bagi dirinya dan masyarakat sekitarnya dalam menciptakan lingkungan sehat.

“Karena disini itu mayoritas pesantren,artinya kalau pondok pesantren yang bersih, anaknya sehat dan berprestasi, jadi kan citra pondok pesantren jadi meningkat, brand emage positif ini akan berpengaruh pada percepatan pola hidup sehat di masyakarat,”ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Raden Dewi Setiani  mengatakan, Optimalisai Germas di Pandeglang bakal terus dilakukan Pemkab Pandeglang dengan Muslimat NU kedepan, Tak hanya dengan Pondok Pesantren, lingkungan masyarakat pun akan terus digerakan.

“Kita ada rencana dengan Muslimat Nu akan menggalakan dan secara masuk untuk mengkampanyekan Germas, tak hanya pondok pesantren juga disekitar pondok pesantren potensinya sangat besar, karena pesantren di Pandeglang sangat banyak,” ungkapnya.(Ck/kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.