Pria dengan Obesitas Beresiko Terkena Penyakit Jantung

resiko obesitas

Pria yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan memiliki resiko tinggi terkena penyakit jantung dan diabetes dibanding perempuan.

Pandeglang, BantenTribun.id- Dilansir dari laman mirror, penelitian terbaru menunjukan bila pria dengan obesitas lebih beresiko terkena penyakit jantung, stroke dan dua tipe diabetes dibanding perempuan. Hal itu disebabkan kelebihan lemak yang disimpan.

Kaum pria menyimpan lemak disekitar perut, otot dan hati. Sementara perempuan menyimpan lemak mereka di sekitar paha dan pantat.

Peneliti mengklaim, lemak yang tersimpan di sekitar paha dan pantat malah memberikan perlindungan kepada perempuan dari serangan jantung, stroke dan diabetes.

Lebih lanjut, riset itu juga mengungkap mengapa diet rendah lemak tak bekerja maksimal mengurangi berat badan.

Menggunakan pemindaian MRI, diketahui untuk pertama kalinya bagaimana berat badan tersimpan dalam tubuh.

Diet rendah lemak seringkali tak tepat sasaran dalam mengurangi  kandungan lemak, sehingga diet tersebut tak selalu sehat dan belum tentu berhasil.

 

Diet Mediteranian              

Salahsatu solusi yang dianggap efektif untuk mengurangi kandungan lemak yang tersimpan disekitar perut dan liver adalah mengkonsumsi makanan mediteranian.

Polanya adalah dengan mengurangi asupan  karbohidrat untuk makan tiga kali seminggu.

Pola itu secara signifikan mampu mengurangi penyimpaan lemak di sekitar hati, ungkap Profesor Iris Shai dai Universitas Ben-Gurion, Israel.

Lebih jauh Profesor Iris mengungkapkan bila selama 18 bulan mengkonsusi diet kaya sayuran, buah dan kacang-kacangan mampu mengecilkan ukuran pinggang. “Ukuran pinggang merupakan tanda bahwa kita memiliki kesehatan yang baik” ungkap Iris.

Riset yang dilakukan Profesor Iris melibatkan 278 orang dewasa yang mengalami obesitas dan kandungan lemak darah tinggi.

Selama 18 bulan, para partisipan itu diberi makan siang rendah lemak setidaknya tiga kali dalam seminggu.

Selain itu porsi kalori yang diberikan sama persis untuk semua peserta. Mereka juga diberi asupan walnuts setiap hari.

Selanjutnya peserta yang terlibat dalam penelitian itu juga diberi keanggotaan gym, sehinggga mereka bisa melakukan aktivitas fisik standar.

Sementara pemeriksaan MRI ke seluruh tubuh dilakukan dua kali, yakni pada bulan ke-6 dan bulan ke-18.

Hasilnya, di bulan ke-18, hasilnya terlihat jelas.  Peserta mengalami penurunan lingkar pinggang dan kandungan lemak dalam tubuh.

“Temuan ini menunjukan bahwa olahraga standar yang dikombinasikan dengan diet rendah karbohidrat (mediterania) dapat membantu mengurangi jumlah timbangan lemak, meskipun anda tidak kehilangan berat badan yang signifikan sebagai bagian dari usaha.” Ucap Profesor Iris.

Lebih lanjut profesor itu menyatakan bila, percobaan ini menunjukan bila penurunan berat badan yang moderat namun terus-menerus mungkin memiliki efek menguntungkan bagi kesehatan tubuh, terutama untuk mengurangi risiko diabetes dan penyakit kardio vaskular. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.