Nasi Lengko dan Nasi Jamblang, Kuliner Khas Nostalgia Masa Kecil

Nasi Jamblang di Rumah Makan Ibu Nur Cirebon, ( foto-BantenTribun)
Nasi Jamblang di Rumah Makan Ibu Nur Cirebon, ( foto-BantenTribun)

Nasi Lengko atau “Sega Lengko” dan Nasi Jamblang, kuliner khas Cirebon ini menjadi nostalgia masa kecil.  Awalnya, Nasi Jamblang disajikan untuk sedekah bagi buruh di jaman penjajahan belanda. Kuliner khas ini tetap eksis hingga sekarang dan diburu warga lokal ataupun wisatawan yang bertandang ke Kota Udang.

Cirebon, BantenTribun.id– Menikmati Nasi Lengko atau “Sega Lengko”, kuliner khas Cirebon ini mengingatkan masa kecil saya. Masa SMP dulu. Ya, hingga sekarang, sajian nasi lengko hampir dipastikan masih ada di kantin-kantin sekolah. Menu sarapan pagi sederhana yang nikmat nan lezat, dan terjangkau dengan uang saku siswa.

Sepintas, nasi lengko mungkin agak mirip dengan nasi pecel dari daerah lain. Yang membedakan isi sayurannya. Sajian nasi lengko berupa irisan kecil timun, taoge, daun bawang, irisan tempe dan tahu yang dipptong berbentuk dadu. Racikan nasi ini lalu ditaburi atau disiram bumbu kacang, atau ada juga yang menggunakan kuah kentang. Taburan bawang goreng dan irisan “daun kucai”, menjadi toping menarik nasi lengko ini.

Bagi yang kurang doyan pedas, kita juga bisa menuangkan kecap diatas sambel sesuai selera. Rasa kecap manis bercampur sambal, dijamin terasa lezat  dan menjadi pembeda. Biasanya, krupuk atau sate kambing muda, menjadi pelengkap nasi ini.

Kali ini, BantenTribun masih menjajal menu Nasi Lengko di Rumah Makan Ibu Nur Cirebon. Sebuah rumah makan yang berlokasi di daerah Kejaksan, tepatnya di Jalan Cangkring Nomor 45, Kota Cirebon. Lokasi yang tidak jauh dari Grage Mall.

Terasa lebih lengkap jika nasi lengko ini ditemani  dengan sate kambing muda yang terasa empuk.  Sate, biasanya disajikan dalam piring terpisah, dengan bumbu kacang atau kecap sesuai permintaan.

Nasi lengko di RM Ibu Nur Cirebon
Nasi lengko di RM Ibu Nur Cirebon

Harga seporsi nasi lengko dan seporsi sate, terbilang cukup murah. Dengan selembar lima puluh ribuan, kita akan mendapat kembalian lima ribu rupiah. Jadi, bagi yang penasaran bagaimana rasa nasi lengko, silahkan coba jika berkunjung ke Kota Udang Cirebon atau daerah Indramayu. Di wilayah ini banyak tersebar kedai makan yang menyajikan menu khas ini.

Nasi Jamblang     

Selain nasi lengko, di Rumah Makan Ibu Nur, kita juga bisa memilih “Nasi Jamblang”. Sajian menu ini, menempati bangunan terpisah yang terletak di depannya. Sebuah bangunan permanen dua lantai , yang diperuntukkan khusus penggemar makanan yang konon sudah ada sejak jaman penjajahan belanda.

Nasi Jamblang merupakan salah satu kuliner khas Cirebon yang diburu warga lokal dan wisatawan yang semakin banyak berkunjung ke kota Cirebon.

Awal Nasi Jamblang Sebagai Sedekah

Nasi Jamblang disebutkan merupakan kuliner yang berasal dari Desa Jamblang. Sebuah desa yang berada di pinggiran kota Cirebon. Konon, kuliner nasi jamblang ini awalnya dikenalkan oleh  Tan Piaw Lung atau yang dikenal dengan Mbah Pulung.

Ciri khas Nasi Jamblang adalah  disajikan dengan dibungkus  menggunakan daun jati, dan dilengkapi berbagai lauk pauk antara lain tempe, telur dadar, sambal goreng  cabai dan lain-lain.

Penggunaan daun jati, karena dulu masih sulit  mendapatkan plastik. Pilihan daun jati sebagai pembungkus,  selain memiliki aroma juga dipercaya membuat nasi tidak cepat basi.

Menurut cerita, asal-usul Nasi Jamblang yang dibuat oleh Mbah Pulung, dulu dibagikan secara gratis kepada buruh Pabrik Gula Gempol, Pabrik Spiritus di Palimanan dan stasiun kereta api, pada kurun waktu 1847 dan 1883.* (kar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.