Mulai Sekarang Kawula Muda Jangan Lagi Bercita-cita Kerja Di Perbankkan

154
Mulai Sekarang Kawula Muda Jangan Lagi Bercita-cita Kerja Di Perbankkan
ilustrasi: BLOMINVEST

Bagi kawula muda Tribuners  yang masih berangan-angan untuk bekerja di sektor perbankkan, agaknya mulai sekarang harus berpikir ulang. Pasalnya, menyongsong  era digibank, dalam waktu 5 tahun kedepan, sebesar 30 persen pegawai  yang bekerja di sektor ini diprediksi akan menghilang.

Pandeglang,BantenTribun.id – Gurihnya bisnis keuangan yang dilakoni oleh perbankan,  kini dibayang-bayangi ancaman yang mengintai. Semua bermula dari revolusi digital.

Sektor keuangan termasuk yang diprediksi bakal terguncang oleh terobosan teknologi digital yang kini merambah industri keuangan. Selain peran bank yang mulai disusupi oleh perusahaan berbasis teknologi yang familiar  yang kita kenal dengan sebutan  fintech, ancaman juga menghampiri karyawan bank.

Prediksi bakal terdeletnya jumlah pegawai disektor perbankkan  ini,  disampaikan Vikram Pandit, mantan  Bos  “Citi Group”. Otoritas Jasa Keuangan( OJK)  mengamini prediksi  Vikram itu. OJK bahkan  mulai mengumpulkan data pegawai perbankan untuk kajian sertifikasi yang diperlukan di masa mendatang. Sertifikasi ditempuh untuk memetakan kebutuhan tenaga keuangan di era digital.

Kabar teranyar terkait hal ini,  sudah menerpa di  PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN). Bank swasta yang menyasar para pensiunan ini malah sudah  mempersilahkan karyawannya pensiun dini secara sukarela.

BTPN bahkan mengaku akan  memfasilitasi mereka yang bakal  pensiun dengan diberikan pelatihan untuk menghadapi kehidupan pascapensiun. Bisa ditebak, alasan BTPN mempersilahkan karyawan pensiun karena bank ini akan fokus mengembangkan digital banking dan memangkas jumlah karyawan secara besar-besaran.

Fakta mengejutkan juga datang dari Bank Mandiri dan Bank BCA.  Menurut kabar, Elektronifikasi dan digitalisasi di kedua bank tersebut sukses menciptakan operational cost efficiency hingga angka 46 persen.

Bank Mandiri mengakui, saat ini transaksi nasabah yang langsung ke kantor cabang tinggal hanya 6persen,  sebesar 94 persennya, justru sudah  bertransaksi di e-channel. Demikian pula dengan  BCA.

Pengakuan Santoso, direktur bank itu,  mengatakan bahwa transaksi langsung bahkan hanya tersisa 3 persen saja. Selebihnya, nasabah mereka beralih ke elektronik dan digital banking.

Ini semua artinya apa? Pekerjaan karyawan bank akan semakin terkikis, diakusisi oleh aplikasi. Elektronifikasi dan digitalisasi tak terbendung lagi. Sebab selain bermanfaat bagi efisiensi industri, juga jadi pilihan utama atau opsi primer nasabah yang tidak mau ribet menguras waktu dan energi ke kantor-kantor cabang dan  antri  berjam-jam.

Jadi, bagi Tribuners, sebaiknya mulai  sekarang pikir dua kali jika berencana kuliah atau bercita-cita bekerja di sektor perbank-kan. Karena era Elektronifikasi dan Digitalisasi di sektor ini mulai mengeleminasi dan mengsubtitusi kerja karyawan Bank.*(Red)

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here