Menunggu “Surup Srengenge” di Candi Ratu Boko Jogjakarta, Jangan Lupa Kamera

Menunggu sunset di komplek Ratu Boko Jogjakarta (foto-BantenTribun)

Menunggu sunset di komplek Ratu Boko Jogjakarta (foto-BantenTribun)

Nama Candi Ratu Boko, sebagai destinasi wisata Jogjakarta, bisa jadi kalah populer dari Prambanan atau Borobudur. Namun, sejak komplek ini dipakai lokasi syuting film Ada Apa Dengan Cinta (AADC 2) besutan Produser Mira Lesmana dan Sutradara Riri Reza, Ratu Boko mulai populer dan ramai dikunjungi wisatawan. BantenTribun, mencoba bertandang ke lokasi yang disebut sebagai spot terbaik menyaksikan senja terindah di bumi.“Srengenge Surup” atau matahari tenggelam.

BantenTribun.idMenyaksikan “Surup Srengenge” atau tenggelamnya matahari di Keraton Candi Ratu Boko Jogjakarta, sebaiknya tidak melupakan kamera. Alat itu menjadi penting untuk mengabadikan senja terindah dari muka bumi di ketinggian Ratu Boko.

Candi Ratu Boko, sebuah situs purbakala yang berada di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Jogjakarta. Lokasi ini tidak jauh dari Candi Prambanan, atau hanya sekitar 3 kilometeran arah Piyungan.

Ratu Boko merupakan bekas kompleks istana yang terdiri atas beberapa bagian bangunan, dan terletak di daerah perbukitan. Banyak pemerhati fotografi yang berburu matahari terbenam di tempat ini. Tempat ini semakin populer sejak dipakai lokasi syuting film AADC 2 besutan Mira Lesmana dan Riri Reza.

Kalau bulan Maret sampai April, posisi matahari terbenam terlihat tepat berada di tengah gapura dan nampak lebih besar dari bulan lainnya,” kata Angga Nugraha, mahasiswa UAD jurusan Matematika ini kepada BantenTribun di lokasi.

Saya baru pertama kali ke sini. Sayang nggak bawa kamera,” kata Atik, Mahasiswi UIN Jogjakarta asal Indramayu.

Istana Keraton Ratu Boko Jogjakarta, mulai polpuler setelah dipakai syuting AADC (foto-BantenTribun)
Istana Keraton Ratu Boko Jogjakarta, mulai polpuler setelah dipakai syuting AADC (foto-BantenTribun)

Angga, mahasiswa asal Kecamatan Sobang, Pandeglang, mengaku kerap diminta menjadi pemandu bagi wisatawan asal daerahnya yang berkunjung ke Ratu Boko. Menurutnya, Komplek Istana Ratu Boko, semakin ramai sejak dijadikan lokasi syuting film AADC 2.

Sekarang harga tiket masuknya Rp 40.000. Harga ini sama dengan tiket masuk Candi Prambanan atau Borobudur. Kalau dulu saat masih dikelola pemerintahan desa, tiketnya cuma dua puluh ribuan saja,” terangnya.

Istana Ratu Boko, berada di aatas Bukit Seribu yang memilki ketinggian sekitar 200 meter diatas permukaan laut, memang menjadi lokasi ideal untuk menikmati terbenamnya matahari. Komplek Ratu Boko, memiliki luas 2,5 hektar, terdiri dari Gerbang Utama, Candi pembakaran untuk jenazah, Paseban (tempat untuk menghadap raja), Pendapa (ruang tamu), Keputren (tempat pemandian raja dan wanita), serta Gua. Dari data yang tersedia, istana ini dibangun pada abad ke -8 oleh salah satu kerabat pendiri Borobudur, dan menjadi bangunan termegah pada masanya.

Jadi, bagi yang ingin menyaksikan dan mengabadikan indahnya sunset atau srengenge surup dari Ratu Boko, sebaiknya datang mulai pukul 15.an. Jangan lupa juga kamera.( kar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.