Menteri KKP Susi Pudjiastuti Lulus Paket C dan Bisa Ikut Pilpres

Menteri KKP Susi Pujdiastuti, kini mengantongi ijazah SMA setelah lulus paket C di Ciamis@kumpar
Menteri KKP Susi Pujdiastuti, kini mengantongi ijazah SMA setelah lulus paket C di Ciamis@kumparan

 

Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) kini telah mengantongi ijazah SMA. Ijazah itu didapatkan usai mengikuti program paket C di PKBM Bina Pandu Mandiri Ciamis sejak tiga tahun lalu, atau Juli 2015. Dengan dikantonginya ijazah SMA ini, ia bisa ikut bersaing bakal cawapres sesuai syarat perundangan.

BantenTribun.id- Menteri Susi Pudjiastuti mengaku mengikuti program Paket C atas motivasi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang juga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Ia menilai tak ada kata terlambat untuk belajar.

“Dulu awalnya Pak Anies Baswedan (saat masih Mendikbud) untuk iklan paket C,” cerita Susi kepada laman kumparan, Jumat (13/7).

Ketua Yayasan Bina Pandu Mandiri Didi Ruswendi, seperti dikutip dari kumparan, mengatakan Susi mengikuti ujian pada 11 hingga 13 Mei 2018 di SMAN 1 Pangandaran. Dari 569 siswa yang ikut dalam ujian tersebut, Susi berhasil menjadi siswa ranking pertama.

“Terbukti ketika diumumkan hasil ujian. Ini kan susulan dengan sebelumnya kan di Ciamis yang ikut 569 (peserta). Dari 569, ini beliau nilainya nomor 1,” ucap Didi kepada laman itu, Jumat (13/7).

Sebelumnya, Ia telah menerima 2 gelar doktor honoris causa, dari Universitas Diponegoro (Undip) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Atas keberhasilannya menuntaskan pendidikan SMA, ia mengaku merasa sangat bangga.

“(Saya) Ikut persamaan supaya puas dan tidak direndahkan orang. Tidak usah malu,” jelasnya.

Susi mendapat nilai tertinggi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), dengan nilai 82,0. Bahasa Indonesia mendapat nilai 72,0, Bahasa Inggris 76,0, Matematika 52,5, Ekonomi 42,5, Sosiologi 44,0, dan Geografi 60,0.

Didi menjelaskan, selama tiga tahun, Susi belajar dari jarak jauh menggunakan modul yang telah disiapkan. Kesibukan Susi menjalankan tugas sebagai menteri tak menghalanginya untuk terus belajar.

“Sekolahnya pakai modul, dengan mempelajari modul aja. Enggak sekolah karena jauh tapi kadang kami ke Jakarta untuk menempuh proses pembelajarannya. Jadi kami yang datang ke Jakarta,” kata Didi.

Pola pembelajaran tersebut diterapkan lantaran Susi tak memungkinkan mengikuti pembelajaran seperti siswa Paket C lainnya.

Kini, Susi mengaku bangga akhirnya dapat menuntaskan pendidikan SMA. Bahkan keluarganya juga turut berbahagia atas kelulusan itu. Ia menegaskan tak ada kata malu dalam belajar.

Meski menduduki peringkat pertama, nilai Bahasa Inggris Susi hanya mendapat 76,0. Padahal kalau diperhatikan Susi sering tampil di forum-forum internasional dan selalu lancar berbicara dalam Bahasa Inggris.

Misalnya saja Susi sempat memberi kuliah umum di Harvard Kennedy School (HKS), Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat.

Atas perolehan nilai itu, Susi mengaku bahwa grammar menjadi kendalanya saat ujian Bahasa Inggris. “Banyak yang lupa grammarnya,” kata Susi.

Ijazah Paket C itu kini membuat Susi memenuhi syarat sebagai bakal calon presiden atau wakil presiden di Pilpres 2019. Sebab berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, capres-cawapres harus lulus SMA atau sederajat.

“Berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah atas, madrasah aliyah, sekolah menengah kejuruan, madrasah aliyah kejuruan, atau sekolah lain yang sederajat,” bunyi Pasal 169 huruf (r) UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. (red/kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.