Menikmati Pulau Sangiang, Eksotisme Alam di Selat Sunda

851

 

Snorkling di tengah-perjalanan ke Pulau Sangiang Foto-Nur.H BantenTribun

Anyer, BantenTribun.id – Selain memiliki destinasi wisata sejarah  dan destinasi wisata pegunungan, Banten juga memiliki banyak destinasi pulau. Satu diantaranya adalah Pulau Sangiang. Pulau yang luasnya sekitar 540 hektar ini, terletak tepat di tengah Selat Sunda, antara ujung barat Pulau Jawa dan ujung selatan Pulau Sumatra.

Dengan menumpang kapal bermotor enam silinder, jarak yang ditempuh dari pantai Green Garden atau Pelabuhan Paku di Anyer, pulau ini bisa ditempuh hanya dalam  waktu satu setengah jam. Sedangkan dengan speed boat, hanya kurang dari satu jam. Jika berangkat pagi, perjalanan terasa lebih sejuk dengan ombak yang relatif kecil dan nyaman. Dengan kapal motor 6 silinder, setidaknya bisa mengangkut 20 hingga 30 orang penumpang

Jika kita menyeberang dari Merak ke Bakauheni dengan Kapal Ferry, pulau ini berada disisi selatan jalur pelayaran. Nun tak jauh disisi selatan dari pulau ini terletak jajaran Pegunungan Krakatau. Di pulau ini pula pernah direncanakan menjadi tiang utama Jembatan Selat Sunda yang menghubungkan Jawa dan Sumatra yang gagal direalisasi.

Snorkling di Pulau Sangiang

Satu setengah jam perjalanan, sambil menikmati pemandangan pantai Banten dari lautan dengan pegunungan dan dataran tinggi yang sambung menyambung, terkadang berpapasan dengan kapal berbobot besar.

Kapal motor akan membawa penumpang kesebuah sisi timur pulau untuk ber snorkling menikmati indahnya terumbu karang yang berwarna-warni dengan ikan-ikan laut yang beraneka ragam.  Letaknya yang berada diantara dua pulau atau Selat Sunda, kadang membuat arus disekitar pulau ini terasa agak kuat. Jika kondisi demikian terjadi, maka pemilik kapal tak berlama-lama untuk membiarkan para pelancong menikmati terumbu karang.

Selesai ber snorkling, pelancong akan mendarat di dermaga sebuah perkampungan warga yang letaknya ditepi sebuah rawa yang cukup luas dan ditumbuhi rimbunan pohon mangrove yang berada ditengah pulau.  Untuk mencapai perkapungan tersebut, harus melewati sungai air payau yang berliuk-liuk.

Memasuki dermaga, pengunjungng akan memasuki sebuah kampung, disini terdapat pos penjaga hutan sekaligus memungut retribusi tiket masuk.  Jajaran pohon nyiur akan menemani sepanjang perjalanan menuju Pantai Pasir Panjang, tentu saja pelancong harus berjalan kaki sambil menikmati sepoi angin perkebunan warga.

Goa Kalelawar

Setelah perjalanan selama 35 menit sebelum mencapai Pantai Pasir Panjang, pengunjung bisa singgah sejenak di Goa Kalelawar.  Goa ini terletak dikaki bukit berbatu cadas yang terbentuk akibat terjangan gelombang laut lepas dan banyak dihuni kawanan kalelawar.

Gua Kelelawar di Pulau Sangiang-foto Nur.H BantenTribun

Di Goa ini terdapat aroma cukup menyengat yang dikeluarkan dari mulut goa. Hal ini mungkin diakibatkan banyaknya kalelawar yang bersarang di mulut goa tersebut. Karena bersentuhan langsung dengan laut lepas, ombak besar kadang masuk hingga pinngir goa dimana pengunjung berdiri. Oleh sebab ini pula kemungkinan goa ini tak pernah dimasuki oleh siapapun, sehingga kelelawar tak pernah tersentuh tangan-tangan jahil.

Jurang Terjal dan Laut Lepas

Selepas menikmati suasana Goa Kalelawar, pengunjung menuju Pantai Pasir Panjang dengan menaiki gugusan bukit bercadas yang tingginya mencapai lebih 50 meter dari permukaan laut. Sepanjang perjalanan,  setelah melewati hutan alam, pengunjung akan menyusuri tebing terjal dengan pemandangan laut lepas yang eksotik.

Dibeberapa tempat tersedia beberapa spot untuk berfoto sambil menikmati angin laut yang berada diketinggian tebing batu cadas dan rerimbunan pohon-pohon. Perjalanan menyusuri bukit ini hanya memerlukan waktu sekitar 35 menit sebelum mencapai pantai.

Pantai Pasir Panjang

Rasa  lelah terasa akan hilang lenyap saat pengunjung memasuki pantai pasir putih. Sepanjang mata memandang akan terlihat bentangan panjang pantai solah tak berujung dengan pemandangan laut yang bertemu tebing tinggi.  Selain pantai landai, di pantai ini juga terdapat beberapa bongkahan sisa-sisa tebing yang langsung bersentuhan dengan deru ombak dari laut lepas.  Disini terdapat banyak spot foto yang sangat eksotis dengan pemandangan air laut yang sangat biru dan deru ombak sepanjang pantai.

Di pantai ini masih ditemukan banyak hewan laut yang  hidup di pantai, seperti kepiting-kepiting kecil yang saling berlarian mencari lubang perlindungan saat berpapasan dengan pengunjung. Pengunjung bisa pula berteduh diantara tebing-tebing batu cadas yang ditumbuhi rerumputan sambil menikmati sepoi angin samudra lepas.

Sambil beristirahat menikmati keindahan pantai pasir putih dan berfoto ria, pengunjung bisa menikmati makan siang dengan menu hidangan laut yang disediakan warga setempat dengan memesan terlebih dahulu. Paduan ikan bakar, sambal terasi, ikan asin dan sayur asem. Sajian menu itu bisa  dinikmati dibibir pantai, yang bisa menjadi  saat terindah menikmati makan siang.

Setelahnya, pengunjung bisa menikmati kelapa muda atau dugan yang disediakan warga yang memetik langsung dari pohon kelapa yang banyak tumbuh di sepanjang pulau Sangiang.

Menutup perjalanan,  BantenTribun  dan   pengunjung lainnya,  lalu menikmati matahari sore yang cukup eksotis saat sunset dengan hamparan warna warni orange dan merah ketika  matahari terbenam.(Nur.H)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here