Mengunjungi Lawang Sewu , Seribu Kisah dari Gedong Tua di Semarang

Lawang Sewu, seribu kisah dari Semarang (foto-Wastini-BantenTribun

Lawang Sewu, seribu kisah dari Semarang (foto-Wastini-BantenTribun 

Jika bertandang ke Semarang, nama Lawang Sewu, mungkin pertama kali yang melekat di benak. Tidak salah, karena mengunjung kota ini akan terasa belum lengkap tanpa mampir ke bangunan tua eks Kantor perusahaan kereta api di jaman londo ini. Lawang Sewu, memang menyimpan seribu kisah meskipun tidak berpintu seribu.

Semarang, BantenTribun.id Lawang Sewu, destinasi wisata ditengah kota Semarang Jawa Tengah, terletak di Jalan Pemuda, dan hanya berjarak sekitar 3 km dari stasiun Poncol Semarang.

Pengunjung bisa menempuh 10 sampai 15 menit saja jika naik angkutan umum seperti angkot. Ongkosnya juga murah banget, cukup3 lembar uang ribuan. Bila pingin lebih santai sambil menikmati pemandangan kota, kita bisa naik becak. Tarifnya juga tidak menguras dompet,10 ribub sampai 15 ribu, tergantung kepinteran nawar kita.

Turis asing yang datang ke Lawang Sewu, lebih memilih berjalan kaki. Lebih santai, sehat dan murah. Jangan khawatir, disepanjang jalan bisa menikmati taman-taman yang indah dan trotoar yang lebar dan bersih. Kursi-kursi cantik, juga disediakan Pemda Semarang untuk beristirahat sejenak sebelum melanujtkan langkah kaki menuju Lawang Sewu.

Musti diingat juga, Lawang Sewu mulai dibuka pukul 8.00 pagi hingga pukul 9 malam. Tarip masuknya cukup Rp/10.000 per orang.

Tugumuda

Sebelum menginjakkan kaki di bangunan Lawang Sewu, kita bisa menyaksikan Tugu Muda, yang terletak persis didepannya.

 Memperingati pertempuran 5 hari di Semarang, membangun Tugu Muda Monumen Bangunan bersejarah ini, terletak di pertemuan jalan protokoler Kota Semarang yang banyak merekam peristiwa penting selama lima hari pertempuran.

Tugu ini dibangun Pemerintah Kota Semarang pada 10 November 1950, sebagai monumen peringatanuntuk merekam pertempuran 5 hari dikota semarang. Tugu Muda ini diresmikan Presiden Soekarno 20 Mei 1953, terletak persis didepan Lawang Sewu.

Tugumuda Semarang(foto-Wastini-BantenTribun
Tugumuda Semarang(foto-Wastini-BantenTribun

Jika malam hari, Tugumuda terlihat cantik dengan hiasan lampu yang berwarna warni.

Biasanya, para pengunjung banyak menikmati indahnya Tugumuda di sore hari , ditemani air mancur yang indah dan taman yang hijau menyejukan mata kita. Untuk menikmati semua yang ada di Tugumuda, pengunjung tidak dipungut bayaran alias “gretong”.

Mengenal Lawang Sewu

Lawang Sewu,awalnya sebuah bangunan kuno peninggalan jaman Belanda, dibangun pada 1904. Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS).

Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini karya arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag.

Disebut Lawang Sewu atau Seribu Pintu, ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun sebenarnya pintu yang ada tidak sampai seribu dan hanya berjumlah 429 buah, dengan daun pintu lebih dari 1.200 (sebagian pintu dengan 2 daun pintu, dan sebagian dengan menggunakan 4 daun pintu, yang terdiri dari 2 daun pintu jenis ayun (dengan engsel), ditambah 2 daun pintu lagi jenis sliding door/pintu geser).

Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu seribu.

Bangunan utama Lawang Sewu berupa tiga lantai bangunan yang memiliki dua sayap membentang ke bagian kanan dan kiri bagian. Jika pengunjung memasukkan bangunan utama, mereka akan menemukan tangga besar ke lantai dua. Di antara tangga ada kaca besar menunjukkan gambar dua wanita muda Belanda yang terbuat dari gelas.

Menuju Lawang Sewu, bisa beristirahat di kursi-trotoar (foto-Wastini)
Menuju Lawang Sewu, bisa beristirahat di kursi-trotoar (foto-Wastini)

Semua struktur bangunan, pintu dan jendela mengadaptasi gaya arsitektur Belanda. Dengan segala keeksotisan dan keindahannya Lawang Sewu ini merupakan salah satu tempat yang indah bagi pengunjung yang gemar berfoto.

Jadi…Bertandang ke Semarang, jangan lupa Lawang Sewu. ( Wastini/Kontributor BantenTribun -Jateng)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.