Mengintip Budidaya Semanggi

762

Pandeglang, BantenTribun.id-Membudidayakan tumbuhan semanggi, selain menguntungkan, ternyata memang tidak sulit. Tumbuhan yang “beranak-pinak” dengan cara merambat ini, dapat cepat berkembangbiak, apalagi jika dirawat dan dipupuk.

Lahan sawah yang cocok adalah lahan yang memiliki sumber air yang terjaga. Bisa juga dilahan rawa-rawa, lahan lembab,  atau tempat yang kurang produktif untuk tanaman padi.

Bibit semanggi, bisa didapatkan dari lahan yang sudah jadi atau mendapatkannnya di tempat lain seperti pematang sawah yang tumbuh liar. Yang penting, mencabut tumbuhan semanggi yang akan dijadikan bibit tersebut harus harus dengan akarnya.

Setelah dibersihkan, bibit semanggi bisa langsung disemaikan  dengan cara diletakkan secara bergerombol dengan jarak sekitar 30- 40 cm ( seperti menanam rumput ).

Pupuk yang digunakan hanya pupuk urea dan ponska.

“Untuk luas sekitar 1000 meterpersegi, kebutuhan pupuk Cuma 30 kg,” kata Nurkiwan (30) petani semanggi dari Desa Jayawinangun Kecamatan Kedokan Bunder Kabupaten Indramayu, kepada BantenTribun, minggu kemarin.

Yang harus diperhatikan, kata Nurkiwan, adalah setelah selesai panen, batang tanaman semanggi harus diratakan kembalai atau ditekan dengan menggunakan krat bekas minuman botol.

“Supaya tumbuh tunas mudanya rata dan mudah dipanennya,” jelasnya.

Menurutnya, budidaya semanggi bisa di coba di daerah mana saja. Masalah pasar semanggi.  Juga dapat dicoba dan dibentuk.

“Ya apa gunanya budidaya semanggi kalau konsumen sekitar belum merasakan betapa nikmatnya daun ini,” tutupnya.(Kar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here