Menara Tua Tanpa Masjid, Jejak Pengaruh Arsitektur Tionghoa

298
Menara tanpa Masjid di Cimuncang, masih terpelihara baik.(foto-Nur-BantenTribun)

Serang,BantenTribun.id –  Setiap warga yang melewati ruas jalan arah Cimuncang ke Pasar Rau, Kota Serang, pasti akan melihat menara ini di sekitar Cimuncang Tanggul. Melihat menara yang berdiri kokoh itu,  siapapun akan menyangka ada mesjid disekitarnya. Ternyata menara yang  berdiri tunggal ini dahulunya berdiri disamping mesjid. Namun akibat pelebaran jalan, mesjid dibongkar habis dan hanya menyisakan menaranya.

“ Dulu ada mesjid disini, tapi kena pelebaran jalan, sehingga bangunan masjid itu habis,  hanya menyisakan menara ini,” ujar Baejuri (62) orang tua warga sekitar yang ditemui Banten Tribun.

 “ Sekarang sisa tanah masjid sudah jadi toko,” sambungnya sambil menunjuk toko beras yang berada 5 meter-an  dari menara.

Menurutnya, masjid dan menara itu telah ada sebelum Baejuri lahir pada tahun  1955,namun pada tahun 1978 terjadi pelebaran jalan, sehingga masjid terpaksa  dibongkar, sehingga hanya  menyisakan menara  saja. Bangunan yang terlihat kokoh tersebut, hingga kini keberadaannya dipelihara warga sekitar.

Melihat ujudnya yang mirip menara masjid Banten Lama dengan segi delapannya, tentu saja banyak menarik perhatian pengendara. Bahkan menurut Baejuri, sering juga ada orang yang mencari masjidnya untuk berjiarah.

Selain itu, menara ini memiliki bentuk atas yang menarik karena menyerupai atap tungku pembakaran yang ada di banyak Vihara di Banten, sehingga ada yang beranggapan adanya pengaruh arsitektur Tionghoa pada bentuk atap menara itu.

“Bisa jadi ada pengaruh Tionghoa, karena sejak jaman kesultanan dulu banyak warga Tionghoa di Banten yang menjadi muslim dan sekarang sudah membaur,” kata Baejuri lagi.

Menurut Baejuri, tinggi menara tersebut sekitar empat belas meter hingga kuncup tertinggi dari permukaan tanah dengan anak tangga berbentuk melingkar.

Anak tangga  yang berada didalam badan menara sebanyak lima puluh sembilan anak tangga, dan sebuah tiang besar sebagai penguat yang berada didalamnya.

Menara yang keberadaannya tidak tercatat sebagai cagar budaya itu, berdasarkan catatan yang ada dibangun tahun 1953, namun melihat bentuk dan konstruksinya yang tanpa besi beton, diduga keberadaannya telah ada jauh sebelum nya*(Nur.H)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here