Masjid Kenari, Jejak Peninggalan Kesultanan Islam Banten

326
Masjid Kenari, Jejak Peninggalan Kesultanan Islam Banten
Masjid Kenari di Kasemen Serang Banten -Foto-Nur.H-BantenTribun

Jika pelestarian bangunan lama tidak berani memperjelas posisinya terhadap orientasi sejarah seni budaya, kegiatan semacam ini tidak lebih dari romantisme semata yang tidak berusaha menggali hakikat budaya bangunan. Tanpa pemikiran budaya, sebenarnya sejarah telah kehilangan perspektifnya sebagai pengetahuan yang mendukung tumbuh dan berkembangnya peradaban di masa datang.

Serang, BantenTribun.id – Masjid Kenarisebagai salah satu jejak peninggalan arkeologis  pada fase atau masa Kesultanan Islam di Banten, menunjukkan salah satu bukti berdirinya pusat penyebaran Islam di Kabupaten Serang, yang menyimpan banyak peninggalan sejarah.

Masjid Kenari, berdiri  di Kampung Kenari, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Letaknya sekitar 6 km dari pusat Kota Serang. Masjid Kampung Kenari ini,  pada masa lalu merupakan tempat tinggal para keluarga sultan. Masjid ini peninggalan pada masa Sultan Abdul Mufakhir Mahmud Abdul Qadir (1596-1651), yang juga dikenal sebagai Sultan Kenari.

Sultan Abdul Mufakhir,  juga disebut-sebut sebagai penguasa pertama kesultanan Banten yang mendapat gelar ”Sultan” dari Mekkah. Sultan Abdul Mufakhir atau Sultan Kenari adalah putra Sultan Muhammad Pangeran Ratu ing Banten.

Masjid Kenari, terlihat  seperti masjid tradisional jawa pada umumnya, dimana terdapat makam di area masjid. Makam di dalamnya membentuk sebuah kompleks.

Atap masjid memiliki bentuk bersusun yang terdiri dari tiga tingkat.Pada bagian atapnya, terdapat hiasan atau mustako.

Yang menarik dari Masjid Kenari ini adalah gapura pintu masuk yang terbuat dari bata yang ditumpuk sedemikian rupa. Gapura ini terletak di sebelah timur laut menghadap utara. Bentuk gapura beratap dan terdapat hiasan motif gelung pada bagian kepalanya. Gerbang gapuranya  berbentuk lengkung sempurna.

Gapura Makam Kenari dilihat dari dalam area komplek.(foto Nur.H-BantenTribun)
Gapura Makam Kenari-dilihat dari dalam area komplek.foto-Nur.H-BantenTribun

Masjid tersebut berada tepat di tengah-tengah permukiman penduduk. Setiap hari masih banyak warga sekitar yang memanfaatkannya untuk beribadah. Namun demikian, belum dapat diketahui secara pasti kapan masjid ini pertama kali dibangun.

Berhadapan dengan Masjid Kenari ini, terdapat kompleks  makam Sultan Abdul Mufakhir Mahmud Abdul Qadir Kenari dan putranya yakni Sultan Abdul Ma’ali Ahmad.Di sekitar kedua makam utama terdapat makam-makam kerabat dan relasi Sultan. Kompleks makam kenari ini memiliki gerbang berbentuk bentar yang terbuat dari bata yang tersusun sedemikian rupa yang terlihat sangat kokoh.*(Kar)
 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here