Manfaat Cuka Blueberry untuk Cegah Demensia

125

Manfaat Cuka Blueberry untuk Cegah Demensia

 

Demensia atau penurunan kognitif dan memori otak banyak diderita manusia. Terbaru Riset dari Cungju Korea Selatan, menemukan bila Cuka Blueberry berpotensi cegah peyakit tersebut.

Pandeglang,BantenTribun.id-  Dilansir dari laman Dailymail, diketahui bahwa mengkonsumsi cuka blueberry baik diminum atau dicampur dalam salad dapat mencegah demensia, atau penurunan kognitif dan memori pada otak.

Ilmuwan dari Konkuk, Cungju di Korea Selatan menemukan bahwa, bumbu yang dihasilkan dari buah yang dibiarkan menjadi asam, memiliki kandungan zat kimia yang dapat memperkuat otak.

Boeng Ou Lim dan kawan-kawan melakukan eksperimen menggunakan tikus yang diuji kinerjanya dalam sebuah labirin dan tes penghindaran, dimana tikus akan menerima kejutan kecil di kaki mereka.

Tikus-tikus tersebut diberi perlakuan dengan mengkonsumsi cuka Blueberry denga dosis 120 mg/kg selama seminggu.

Hasilnya, eksperimen yang juga di dipublikasikan dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry itu menunjukan kinerja tikus yang membaik. Hal itu ditengarai, tikus yang mengkonsumsi cuka Blueberry mampu mengurangi pemecahan asetilkolin kimia dan meningkatkan jumlah faktor neurotropika yang diturunkan otak.

“Protein yang terkandung dalam cuka blueberry juga mampu memelihara dan membentuk neuron yang sehat” ucap Lim.

Potensi Cegah Demensia pada Manusia

Profesor Lim berharap – meski harus di uji lebih lanjut, temuannya tersebut dapat diaplikasikan untuk pengobatan demensia pada manusia.

Lim dan kawan-kawannya menilai bahwa Cuka Blueberry berpotensi menjadi makanan yang menjanjikan untuk membantu mengatasi amnesia dan penurunan koginitif yang terkait dengan efek penuaan.

Saat ini ada sekitar 50 juta orang yang hidup dengan demensia, jumlah tersebut diperkirakan terus naik hingga dua kali lipat setiap 20 tahun atau mencapai 75 juta penderita.

Mirisnya, hingga saat ini belum ditemukan obat yang efektif untuk mengobati penyakit tersebut. Obat yang ada hanya berfungsi untuk memperlambat demensia melalui pemecahan asetilkolin kimia.

Sebaliknya, selain tidak bertahan lama, obat-obatan tersebut juga berbahaya bagi tubuh karena bisa menjadi racun bagi hati.

Lim berpendapat, bahwa ekstrak alami dari Blueberry bisa menjadi alternatif pengobatan yang lebih aman. Dengan pola kerja yang sama seperti obat kimia, mengkonsumsi cuka blueberry secara rutin dapat memberi efek perlindungan neuronal pada memori manusia.

“Cuka blueberry dapat mengembalikan fungsi otak dan mencegah kerusahakan neuronal di hippocampus, area yang mengendalikan memeori” ungkap Lim.

Lim juga menambahkan, bila diet kaya blueberry dapat mengurangi kerugian neuron di wilayah yang sama. “temuan ini sangat menyarankan agar cuka blueberry bisa menjadi bahan makanan fungsional yang berguna untuk memberikan tindakan neuroprotektif terhadap kerusakan jaringa otak secara oksidatif,” tutup Lim. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here