Lelaki dari Mars, Perempuan dari Venus

570

Buku-buku motivasi dari biasanya membahas seputar kekayaan, bisnis, dan manajemen. Tidak banyak yang membahas bagaimana mengenal perbedaan karakter pria dan wanita, serta membangun hubungan suami istri. Tetapi Jhon Gray, PhD dalam bukunya Men Are From Mars, Women Are From Venus dengan kreatif membuka wacana ini dan menjadikan karyanya layak dibaca semua orang.

Semua orang tahu kalau pria dan wanita berbeda. Secara umum kita tahu pria berpikir dan bertindak secara rasional, sedang wanita bertindak dan berpikir secara emosional. Namun Jhon Gray menunjukkan dalam buku tersebut bahwa baik pria mau pun wanita mempunyai sisi emosional. Benar, pria cenderung rasional tetapi bukan berarti tidak memiliki sisi emosional. Wanita cenderung emosional tetapi bukan berarti tidak memiliki sisi rasional.

Penghuni Mars dan Venus Ketika Menghadapi Masalah

Pria biasanya menurut Jhon Gray, ketika punya masalah akan menarik diri dan memusatkan pikirannya. Sedangkan wanita semakin bingung dan semakin membicarakan permasalahannya. Pada saat menghadapi masalah kebutuhan rasa nyaman seorang pria berbeda seorang wanita. Pria akan merasa lebih baik dengan memecahkan masalah dan persoalannya, sementara wanita lebih nyaman dengan membicarakan persoalan itu. Wanita merasa perlu mengeluarkan persoalan dalam dirinya dengan bicara. Pria ingin menunjukkan kemampuan mereka dengan diperbolehkan untuk memecahkan masalah tanpa campur tangan orang lain. Wanita suka menunjukkan perasaan mereka dengan diperbolehkan untuk mengkomunikasikan masalah tanpa gangguan.

Pria ingin bekerja sendiri dan melatih kemampuan mereka menyelesaikan masalah dengan cepat dan sendirian. Sementara wanita ingin bekerja sama, dan melatih perasaan mereka melalui komunikasi interaktif dengan satu sama lain. Pria memang menghargai solusi, tetapi sudut pandangnya melihat bantuan yang tidak diminta sebagai perusak upaya mereka untuk memecahkan masalah sendiri. Wanita juga menghargai bantuan, tetapi dari sudut pandangnya solusi yang tidak diminta sebagai perusak upaya mereka untuk melanjutkan interaksi.

Lebih jauh John Gray menyebutkan, seorang pria saat menghadapi masalah, dia tidak ingin pasangannya untuk mengungkapkan keprihatinan baginya, tapi senang jika wanita mengatakan bahwa masalahnya mudah untuk diatasi karena percaya atas kemampunnya. Saat wanita menghadapi masalah, dia senang pasangannya mengungkapkan keprihatinan unuknya. Tetapi tidak suka jika pria mengatakan masalahnya adalah sangat mudah untuk dipecahkan. Pria merasa dibenarkan dan akan bersyukur ketika mereka dibiarkan untuk menyelesaikan masalah seorang diri, dan sebaliknya merasa terganggu jika ada yang menawarkan simpati atau bantuan yang tidak diminta. Sementara wanita dibenarkan dan merasa senang jika ada yang menawarkan simpati atau bantuan yang tidak diinginkan, sebaliknya akan merasa terganggu ketika mereka dibiarkan untuk menyelesaikan masalah seorang diri.

Nah, menurut Jhon Gray untuk mengakomodir respon pasangan mereka, setiap individu harus membuat perubahan kecil untuk kebiasaan mereka dalam berkomunikasi terhadap yang lain, tanpa harus menghilangkan sifat-sifat mereka sendiri yang sudah benar.

Ada banyak hal menarik secara keseluruhan dalam buku ini. Misalnya Gray mengibaratkan lelaki seperti karet gelang. Saat mereka ingin menarik diri, mereka hanya dapat melar sejauh mereka dapat mengerut kembali. Sementara wanita diumpamakan sebagai gelombang. Bila merasa dicintai, harga dirinya naik-turun dalam gerakan gelombang. Wanita saat merasa senang, ia akan mencapai suatu puncak, tapi suasana hatinya bisa berubah dengan tiba-tiba dan gelombangnya akan terhempas turun. Tetapi ini hanya sementara, ketika ia merasa senang kembali, otomatis gelombangnya pun akan kembali naik.

Judul:
Men Are From Mars Women Are From Venus

Penulis:
Jhon Gray, PhD

Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama

Halaman :
252

Data Peresensi
Yayan Suryana, Lc* (Kandidat Master Ekonomi Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here