Laskar Aswaja Pandeglang Salurkan KUR, Bidik 1000 Petani

385

 

LA Pandeglang, saat memberikan bantuan permodalan ke petani
Laskar Aswaja Pandeglang Salurkan KUR, Bidik 1000 Petani (foto-NG)

Pemerintah belum mampu menciptakan iklim produksi yang baik. Petani kerap  menjadi korban permainan pasar para tengkulak. LA Pandeglang, menggandeng Bank Artha Graha sebagai pemodal untuk penyaluran KUR Bapak Angkat di Kabupaten Pandeglang dengan target sebanyak 1.000 orang petani.

Pandeglang, BantenTribun.id – Untuk menginisiasi penjualan Sumber Daya Alam (SDA) dalam bentuk mentah dan mendukung rencana Induk Pengembangan Industri daerah. Laskar Aswaja (LA) Kabupaten Pandeglang menentukan langkah dengan memberikan pinjaman modal kepada para petani.

Ketua LA Pandeglang, Dede Ridwanul Muhajir mengatakan, bahwa selain potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Pandeglang, potensi pertanian adalah salah satu potensi yang begitu luar biasa bila dimaksimalkan pengelolaannya.

Namun, menurutnya persoalan yang terjadi adalah para petani merasa kesulitan mendapatkan hilir jual yang jelas.

“Petani kerap kali menjadi korban permainan pasar dengan keberadaan tengkulak, sehingga berdampak pada rendahnya pendapatan perkapita masyarakat,” kata Dede, kepada BantenTribun, Jumat (10/11/).

Menurut Dede, hal tersebut terjadi karena kebutuhan produksi bahan mentah pertanian belum cukup. Pemerintah dengan program-programnya belum mampu menciptakan iklim produksi yang baik, sehingga pembisnis dari luar Pandeglang berbondong-bondong, memborong barang mentah tanpa memperhatikan kesejahteraan para petani.

LA Pandeglang, menggandeng Bank Artha Graha sebagai pemodal untuk melakukan penyaluran KUR Bapak Angkat di Kabupaten Pandeglang dengan target sebanyak 1.000 orang petani.

“Selain di sektor pertanian, kita coba akan merangkul pelaku usaha UKM (Usaha Kecil Menengah) seperti penggilingan padi,  pengrajin gula aren,  gula semut,  emping, minyak kelapa,  minyak cengkeh, nilam, sereh wangi dll. Semua itu akan di produksi di Pandeglang,” jelasnya.

Dede berharap, dengan berjalannya program tersebut dapat berimplikasi baik bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Harapan saya adalah bagai mana program ini juga bisa menghasilkan produk unggulan desa dan bersinergi dengan BUMDes untuk kemandirian masyarakat desa,” harapnya.

Program tersebut juga diketahui mendapatkan respon positif dari para penggiat pertanian, salah satu diantaranya adalah Enji, Petani asal Desa Sinarjaya Kecamatan Mandalawangi.

Dirinya mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan pinjaman KUR dari Artha Graha yang difasilitasi oleh Laskar Aswaja Pandeglang.

“Petani bisa mendapatkan bantuan pinjaman KUR yang selama ini sulit di akses oleh petani kecil apalagi dengan hanya jaminan Surat Keterangan Usaha (SKU)  yang dikeluarkan oleh desa,” ungkap Enji.

Enji pula berharap dengan adanya program KUR bapak Angkat petani ini, petani bisa lebih fokus lagi untuk meningkatkan kuantitas dan kwalitas produksi pertaniannya. Dari program ini petani nampu memiliki wadah koperasi yang mandiri untuk mencukupi kebutuhan petani baik benih, pupuk dan kebutuhan lainnya bahkan sampai kebutuhan hidup.

“Selama ini kami petani hanya mampu melakukan penanaman dan menjual hasil kami ke pasar induk dan tengkulak, dengan adanya Bapak Angkat Petani Laskar Aswaja kami mulai berfikir untuk menciptakan barang jadi dengan di produksi sendiri, dengan hasil tinggi dan untuk kesejahtraan kami juga,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Dalam rangka mengentaskan angka kemiskinan dan desa tertinggal di Kabupaten Pandeglang serta dalam rangka mensukseskan program pemerintah,  LA Pandeglang bersama Bank Artha Graha dengan konsep “Bapak Angkat” memberikan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat dengan proses yang mudah, tidak membebankan agunan atau jaminan.*(NG)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here