Permintaan Kementan Soal Luasan Lahan Untuk Pajale, Dinilai Tidak Realistis

239
Bupati Irna Narulita( foto.dok)
Permintaan luas  lahan 200 ribu Ha yang diajukan Kementan untuk program Pajale, dinilai tidak realistis. *(foto-  Bupati Pandeglang Irna Narulita -dok-BantenTribun )

Permintaan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI terhadap Pemkab Pandeglang untuk menyediakan lahan seluas 200 ribu hektar untuk program penanaman Padi,Jagung dan Kedelai( Pajale) dinilai tidak realistis. Total Luas lahan kering yang dimiliki Kabupaten Pandeglang hanya diangka 219 ribu hektar.

Pandeglang, BantenTribun.id – Menyikapi permintaan dari Kementan tersebut, Pemkab Pandeglang pun menggelar rapat bersama Dinas Pertanian, TNI dan Polri di Oproom Setda Pandeglang, Senin(8/1/18).

Pemkab mengaku pesimis bisa mewujudkan amanat Kementerian Pertanian itu. Pasalnya, dari pendataan sementara, ketersediaan lahan yang siap ditanami hanya seluas 110 ribu hektar.

“Banyak lahan yang sudah menjadi produksi tanaman lain. Optimisnya kami diangka 125 ribu hektar, karena sekarang baru 110 ribu hektar. Jadi kami akan mencari 15.000 hektar lagi yang disebar ke semua kecamatan,” kata Bupati Pandeglang, Irna Narulita, usai rapat.

Menurut Irna Narulita, luas lahan kering yang ada di Kabupaten Pandeglang hanya diangka 219 ribu hektar. Sehingga angka 200 ribu yang harus ditanam dinilai tidak realistis.

“Sudah terkumpul sekitar 110 ribu hektar, sedangkan kebutuhan 200 ribu hektar. Kami nilai itu tidak mungkin, karena luas lahan baku sawah kita, lahan kering kita hanya 219 ribu hektar. Maka maksimal bisa diinventarisir, diidentifikasi diangka 125 ribu hektar, itu angka moderatnya. Kami berpikir realistis,” terang Irna.

Meskipun begitu, Irna menegaskan target memperluas tanam komoditi Pajale akan terus dilaksanakan. Ia menilai program tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jika Pandeglang tidak mau, pemerintah pusat akan melempar ke daerah lain, kan sayang. Saat komoditas jagung sangat menjanjikan. Sehingga kalau mereka mau membantu kita mengapa tidak? Ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita juga,” katanya

Bupati menegaskan, pengalaman Pandeglang sebagai daerah yang menjalankan program Upaya khusus (Upsus) jagung tahun lalu dapat dijadikan pelajaran yang bisa diterapkan kembali tahun ini. *(red)

.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here