Konflik Lahan KEK Tanjung Lesung, BWJ dan Warga Sepakat Tinjau Langsung

Mediasi antar BWJ dan perwakilan ahli waris, atassengketa lahan KEK Tanjung Lesung,diruang Asda Bidang Pemerintahan, Kamis(11/1).
Mediasi antara PT BWJ dan perwakilan ahli waris, atas sengketa lahan KEK Tanjung Lesung, diruang Asda Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Pandeglang , Kamis(11/1).

Konflik kepemilikan lahan seluas 462 hektar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung antara PT BWJ dan warga ahli waris, belum kelar. Kedua pihak sepakat meninjau langsung lokasi tanah yang disengketakan  dengan saling memperlihatkan bukti kepemilikan. Keduanya mengaku siap.

Pandeglang,BantenTribun.id– Konflik Saling klaim  kepemilikan lahan seluas 462 hektar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, belum berakhir.

Warga yang menyatakan sebagai ahli waris pemilik lahan dan PT Banten West Java (BWJ) sebagai pengembang KEK Tanjung Lesung, sama-sama menyatakan siap membuktikan kepemilikan lahan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang pun akhirnya menggelar mediasi antara kedua pihak, di ruangan Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintahan. Mediasi yang dipandu  Asda Agus Priadi Mustika itu pun akhirnya disepakati kedua pihak akan terjun langsung ke lokasi yang bermasalah secara bersama-sama.

“Pemkab sudah memfasilitasi kedua pihak. Disepakati keduanya melihat lokasi langsung. Insya Allah minggu depan dijadwalkan untuk meninjau langsung lokasi lahan dan bukti kepemilikan seperti apa yang dimiliki oleh para pihak,” kata Agus Priadi, usai rapat mediasi, Kamis (11/1).

Menurutnya, jika kedua pihak hanya saling mengklaim kepemilikan lahan, maka sampai kapanpun tidak dihasilkan kejelasan atau titik temunya. Dengan meninjau langsung dan mengakurkan bukti kepemilikan lahan dari pihak-pihak yang bersengketa, merupakan cara terefektif.

“Ini cara paling efektif atau baik yang diharapkan berhasil bagi semua pihak. Jangan sampai terus menerus saling klaim tanpa memiliki bukti kuat,” jelas Mantan Kepala Kesbangpol ini.

Uneh Junaedi, Ketua KSU Bina Usaha yang mengaku mewakili 261 pemilik lahan di kawasan tersebut, menyambut baik keputusan tersebut.

“Kami tegaskan sekali lagi bahwa kami tidak pernah menjual lahan di KEK kepada pihak manapun. Kalau bukti sudah kami siapkan,” terang Uneh.

Uneh juga mengaku jika langkah meninjau langsung lokasi lahan yang menjadi sengketa, merupakan jalan terbaik menyelesaikan konflik serta membuktikan tantangan pihak BWJ yang sepertinya tidak mengakui  adanya lahan warga yang diambil BWJ.

Warga sempat memasang Patok di lahan KEK Tanjung Lesung yang menjadi sumber sengketa kepemilikan (foto dok)
Warga sempat memasang Patok di lahan KEK Tanjung Lesung yang menjadi sumber sengketa kepemilikan (foto dok)

Perwakilan pihak BWJ, Maheno, enggan memberikan keterangan banyak terkait lahan yang diambil. Maheno hanya mengaku siap membuktikan lahan yang sering disoal warga yang mengaku sebagai ahli waris.  Ia juga tidak dapat menjelaskan secara rinci luas lahan BWJ yang sudah ber –HGB (Hak Guna Bangun)

“Soal HGB silahkan saja tanya langsung ke Badan Pertanahan,” jawabnya singkat.(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.