Koalisi Pimpinan Arab Saudi Bantu Yaman Serang Hudaida, 250,000 Jiwa Terancam

koalisi arab saudi
Pasukan Arab Saudi

Koalisi pimpinan Arab Saudi mulai melancarkan serangan ke Hudaida dengan target Milisi Houthi. Upaya itu merupakan bagian dari upaya membantu pemerintahan Yaman yang sah dan dikalim di akui dunia

BantenTribun.id- Koalisi Pimpinan Arab Saudi mulai melancarkan serangan ke Hudaida, sebuah kota pelabuhan di Yaman yang dianggap menjadi basis Milisi Houthi yang didukung Iran.

Serangan itu telah di mulai sejak Rabu (13/6) pagi waktu setempat, dengan target Milisi Houthi. Dlaam serangannya, koalisi Arab Saudi didukung oleh operasi darat dari pasukan Yaman di selatan Laut Merah.

Pemerintahan Yaman yang sah dan diakui dunia, membantu Arab Saudi dan koalisasinya setelah mereka mengakui telah menghabiskan segala cara melalui jalur diplomasi politk yang buntu dengan Houthi.

Kami telah menghabiskan smeu acara damai dan politik untuk menyingkirkan milisi Houthi dari pelauhan Hudaida.” dalam sebuah pernyataan seperti dilnasir dari aljazeera.

Selanjutnya pemerintahan Yaman yang resmi dan diasingkan itu, juga menambahkan bila merebut Hudaida menjadi langkah penting dan titik balik untuk merebut kembali Yaman dari Houthi.

Pembebasan pelabuhan adalah awal jatuhnya milisi Houthi dan akan mengamankan pengiriman laut di selat Bab al Mandab dan memotong pasokan Iran yagn telah lama membantu Houthi dalam menumpahkan darah Yaman yang berharga.” tambah pernyatana itu.

Menurut al Arabia, pelabuhan Laut Merah adalah satu-satunya pelabuhan di bawah kendali Houthi, yang terletak sekitar 150 km barat daya Sanaa.

Al Arabia juga melaporkan bila pelabuhan Hudaida menjadi tempat yang sangat penting untuk aliran pasokan makanan dari negara diambang kelaparan akibat konflik berkepanjangan.

250,000 jiwa penduduk Hudaida Terancam

Sementara, dibalik serangan itu, PBB mengingatkan soal terancamnya 250,000 jiwa di Hudaida akibat dilancarkannya serangan itu.

Sekitar 600,000 orang tinggal di sekitar Hudaida, dan sebanyak 250,000 orang mugkin terancam kehilangan segalanya, bahkan nyawa meraka akibat serangan itu.” menurut PBB.

PBB menyatakan, perang di Yaman antara Milisi Houthi yang didukung Iran, dengan Koalisi Arab Saudi yang didukung oleh Logistik dari Amerika Serikat telah di beralngsung tiga tahun lalu, tepatnya Maret 2015. Dalam kurun waktu itu, sedikitnya telah menewaskan 10,000 jiwa.

PBB telah berusaha menengahi kedua pihak yang konflik, namun hingga kini belum berhasil.

Organisasi perdamaian dunia itu serta barat menyalahkan Iran, dan menyatakan negara itu telah memasok Houthi dengan senjata dari senapan serbu ke rudah balistik, dan telah menembakannya ke Arab Saudi, termasuk Ibukota Riyadh beberapa waktu lalu.

Perang Yaman telah membuat 2 juta penduduk Yaman mengungsi, dan menimbulkan epidemi Kolera, selain itu 70 % penduduknya juga terancam kekurangan gizi. (aji)

Sumber; aljazeera.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.